Anda yakin, balita sudah siap masuk kelompok bermain atau TK? Bukan hanya kematangan mental! Cek juga kesiapan fisiknya.
Tak terasa, balita sudah bisa ambil bagian dalam sebuah lembaga prasekolah, yang semakin mengasah dan meningkatkan potensinya. Tapi tunggu dulu. Sudahkah Anda cek sejauh mana kesiapan fisiknya?
Lengkapi imunisasi. Cek kembali kelengkapan imunisasi balita prasekolah. Cek yang belum diulang atau belum diberikan sama sekali. Untuk itu perhatikan beberapa hal berikut:
- Bila balita menderita penyakit tertentu yang memerlukan perhatian khusus, misalnya alergi, perhatikan bagaimana perkembangan penyakitnya saat ini
- Konsultasikan dengan dokter untuk menemukan cara agar balita bisa menemukan cara agar balita bisa menikmati kegiatan di “sekolahnya” dengan nyaman
- Beritahukan pihak sekolah dan cari cara bersama, baik utuk menyiasati agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan maupun kalau sampai penyakit anak kambuh. Misalnya, disiapkan makanan khusus buat balita saat acara makan bersama yang menunya bisa membuat anak alergi
Periksa geligi anak. Kunjungi dokter gigi anak, bisa saja balita perlu dirawat agar tak ada masalah gigi yang bisa mengganggu kegiatan balita.
Amati kebiasaan makan anak. Lakukan hal berikut untuk menilai kebiasaan makan balita prasekolah:
- Apakah balita termasuk mudah atau sangat pemilih dalam hal makan? Sebelum balita masuk “sekolah”, sebaiknya ia sudah punya kebiasaan makan yang baik
- Biasakan anak sarapan untuk energi aktivitasnya di “sekolah”. Upayakan makanan lengkap gizi
- Perhatikan makanan kegemaran anak, kenalkan dengan makanan sarat gizi
Perhatikan ketrampilan motorik anak. Idealnya, kini anak sudah menguasai gerak dasar motorik kasar dan halus. Seperti merangkak, melompat, berlari, meniti, memanjat, menangkap, melempar, termasuk koordinasi gerak tangan dan jari-jemari mungilnya (menggunakan gunting khusus balita dan krayon). Kalau belum mampu, cobalah latih balita agar lebih terampil. Kalau perlu, konsultasikan ke dokter serta ahli perkembangan anak.