I Daftar Baru I I
Psikologi
Mengatasi Perilaku 'Horor' Balita
Kelakuannya membuat semua orang panik. Eksperimennya kadang menyeramkan! Mulai dari mencabuti tanaman, menyiksa hewan hingga memukul adik. Tenang Bunda, tidak perlu over reaktif , pahami kenapa dan semua bisa diatasi.
  1. Mencabuti tanaman. Apakah selama ini mencabuti tanaman sudah masuk dalam daftar larangan Anda? Jika belum, tak salah bila dengan tenangnya dia menyobek bunga tanpa merasa bersalah dengan imajinasi yang bermain-main di kepalanya.
  2. Menyiksa hewan. Kebanyakan anak tak bermaksud menyakiti, dia hanya ingin mengajak bermain seperti halnya bermain boneka.
  3. Memukul adik. Balita belum begitu paham bahwa apa yang dilakukannya bisa membuat orang lain kesakitan.
  4. Berputar sampai pusing. Balita menyukai sensasi pusing yang bisa membuatnya sempoyongan. Ia pun merasa tertantang untuk bertahan agar tidak jatuh.
  5. Membenturkan kepala. Biasa dilakukan untuk memancing reaksi dari orang di dekatnya. Namun waspadai adanya masalah neurologis di kepalanya.
  6. Ngupil dan memakannya. Bagian dari kegiatan eksplorasinya yang didorong rasa ingin tahu.
Sikap tepat:
  • Tidak panik atau bersikap ekstrem menghadapi perilaku 'horor' ini.
  • Sabar, karena perubahan perilaku tidak terjadi seketika. Memperbaiki perilaku tidak harus dengan cara yang keras. Gunakan cerita, bermain peran, boneka tangan dan sebagainya. Cara ini dapat membuat anak lebih nyaman untuk mengubah perilakunya.
  • Jadikan diri sendiri sebagai model dan pendamping anak saat mengubah perilaku tersebut. Jangan hanya berkata 'jangan, tidak boleh, tidak baik,' terutama jika tidak dapat memberikan penjelasan yang dapat dimengerti oleh anak. Misalnya kalimat, “Pokoknya tidak boleh.”
  • Dengarkan anak, berikan kesempatan padanya untuk menyampaikan alasan ia melakukan hal tersebut. Karena anak akan malas mengungkapkan alasannya di kemudian hari sehingga semakin sulit bagi Anda untuk mengatasi perilakunya.
  • Hindari penggunaan hukuman, terlebih hukuman yang tidak relevan. Misalnya dengan cara menakut-nakuti, “Jangan ngupil, nanti upilnya jadi cacing!”



Komentar
Input komentar
200 karakter tersedia
* Dengan mengklik tombol "kirim" diatas berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda
Home - Member Area - Contact Us - Privacy Policy & Disclaimer - Site Map
Portal ini berisi informasi yang bersifat umum dan tidak ditujukan menggantikan saran dokter, psikolog, konselor, terapis dan ahli lainnya.
Konsultasikan keluhan atau masalah spesifik anak Anda dan keluarga kepada ahli.
Copyright © 2012 - 2013 Ayahbunda. All rights reserved.
Dilarang menyalin, mempublikasikan dan mengutip sebagian atau seluruh isi portal tanpa seizin Ayahbunda.
Tampilan terbaik gunakan IE 7+ / Mozilla Firefox 3+