I Daftar Baru I I
Tips
Melatih Makan Pakai Sendok
Transisi makan sendiri dengan sendok adalah perkembangan penting dari bayi menjadi seorang anak. Makan sendiri menggunakan sendok merupakan langkah pertama anak belajar kemandirian dan percaya diri.
  • Belikan peralatan makan yang tidak mudah pecah dari bahan plastik yang bebas bisphenol A (foodgrade).
  • Siapkan anak untuk kegiatan makan, mulai dengan mencuci tangan dan mengenakan approne.
  • Siapkan meja dan kursi kecil, minta anak duduk dengan tertib.  
  • Hidangkan makanan secara terpisah,  nasi dan lauknya lebih dahulu.
  • Pertama-tama minta anak makan nasi dan lauknya. Hindari terlalu banyak item di hadapannya karena dapat memecah perhatian anak. Akibatnya ia tak dapat memusatkan perhatiannya pada makanannya.
  • Awalnya makanan akan mengotori meja dan pakaiannya karena kemampuan makan anak belum terampil. Ia juga akan mengetuk-ngetukkan sendok ke piring. Biarkan saja Bunda.
  • Anak bisa habis kesabarannya karena tidak selalu berhasil menggunakan sendok  dan ia lantas melempar sendoknya. Anak kemudian akan makan tanpa alat makan tapi dengan  tangannya. Tak apa-apa Bunda. 
  • Wajar bila anak merasa lelah dan memainkan makanannya. Bila dia berhasil menghabiskan makanannya tanpa sendok, jangan paksa dia makan sendiri sayurnya. Bantu anak dengan menyuapinya.
  • Butuh waktu beberapa minggu hingga anak bisa menyendok makanan. Perlu waktu beberapa minggu lagi untuk bisa memasukkan makanan ke dalam mulut tanpa tercecer. Bersabar dan latihlah terus balita. Jangan mengalah karena Anda mengira akan kekurangan makan dan tempat jadi berantakan.
Baca juga:
Latih Balita Memakai Sendok dan Gelas



Komentar
Input komentar
200 karakter tersedia
* Dengan mengklik tombol "kirim" diatas berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda
Home - Member Area - Contact Us - Privacy Policy & Disclaimer - Site Map
Portal ini berisi informasi yang bersifat umum dan tidak ditujukan menggantikan saran dokter, psikolog, konselor, terapis dan ahli lainnya.
Konsultasikan keluhan atau masalah spesifik anak Anda dan keluarga kepada ahli.
Copyright © 2012 - 2013 Ayahbunda. All rights reserved.
Dilarang menyalin, mempublikasikan dan mengutip sebagian atau seluruh isi portal tanpa seizin Ayahbunda.
Tampilan terbaik gunakan IE 7+ / Mozilla Firefox 3+