Penyebab Bayi Sulit Tidur

Penyebab Bayi Sulit Tidur Ayahbunda.co.id
Image by : ayahbunda
Matanya tak kunjung terpejam, padahal dia sudah harus tidur. Kenali penyebab bayi sulit tidur. Bayi perlu tidur berkualitas untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Demam, meski tidak selalu tanda adanya penyakit, demam bisa berarti gejala adanya infeksi telinga, radang tenggorokan. Bila bayi sering menggosok atau menarik telinganya, pertanda dia mengalami infeksi telinga. Bila bayi enggan menyusu, pertanda dia mengalami radang pada rongga mulutnya. Atasi dengan:
  • Beri obat penurun panas atau paracetamol yang diresepkan oleh dokter.
  • Kompres tubuh anak dengan air hangat. Caranya; ukur suhu tubuh bayi, kemudian siapkan air hangat 1°C lebih tinggi dari suhu tubuh bayi. Kemudian kompreslah menggunakan handuk kecil.
Tumbuh gigi pada bayi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Rasa sakit pada gusi bisa mengganggu tidur bayi. Atasi dengan: Pijatlah gusi dengan lembut. Cuci tangan Anda lebih dulu dengan menggunakan air dan sabun pencuci tangan, bukan gel pembersih tangan. Keringkan dengan lap  kertas hingga tangan Anda benar-benar kering.

Kolik, penyebabnya belum diketahui hingga kini. Gejalanya adalah perut kembung dan keras serta biasanya bayi menangis sambil menarik kakinya ke arah perut.   Rasa sakit yang disebabkan oleh kolik ini bisa membuat bayi menangis sepanjang malam dan mengganggu tidurnya. Atasi dengan:
  • Gendong bayi dengan posisi telungkup, sangga perutnya dengan tangan Anda.
  • Bungkus bayi seperti membedongnya. Awalnya dia akan menangis keras, tapi akan segera mereda.
  • Pangku bayi, kemudian goyangkan kedua kaki Anda perlahan, berirama dan terus menerus sampai bayi tertidur.
  • Berikan ASI terus bila bayi masih mengonsumsi ASI. Bila dia menolak menghisap puting, berikan jari tangan Anda untuk dihisap.
  • Ucapkan “ssshhh…ssshhhh” di dekat telinga bayi untuk mengimbangi tangisnya. Bunyi “ssshh” sama seperti bunyi yang dia dengar selama di dalam rahim.
Terlalu banyak rangsang. Bermain “heboh” di siang hari, musik riang yang terus menerus diperdengarkan, lampu kamar yang terang benderang, suara televisi di ruang keluarga yang terdengar sampai ke kamar bayi, merupakan rangsang yang berlebihan sehingga menyulitkan bayi untuk tidur.  Atasi dengan:
  • Lakukan pijat ringan pada tubuh bayi untuk melancarkan sirkulasi darah.
  • Bersihkan tubuh bayi dengan air hangat, ganti popok dan pakaiannya.
  • Matikan TV, redupkan lampu kamar, putar musik yang sangat lembut.
Perubahan kebiasaan. Bayi sangat peka terhadap perubahan kebiasaan. Bayi yang biasanya tidur bersama Anda, kemudian pindah ke tempat tidurnya sendiri, kemungkinan akan mengalami sulit tidur.  Atasi dengan: Latih anak untuk tidur di tempat tidurnya sendiri secara bertahap. Awalnya, tidurkan bayi di tempat tidur Anda, kemudian setelah lelap pindahkan ke tempat tidurnya sendiri.  Jika ia bangun dan menangis, tenangkan dengan menepuk-nepuknya dengan lembut untuk memastikan Anda berada di dekatnya.  (me)




Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  5 Tanda Autistik   88342   
>  Dana Pribadi Ibu Bekerja   29635   
>  Mengasuh Anak Autis   21313   
>  Kriteria Pengasuh yang Baik   17691