
Bayi baru lahir dianjurkan seminimal mungkin disentuh banyak orang. Namun, bila sudah dipertimbangkan dengan matang, tak apa membawa bayi bersilaturahmi ke rumah kakek-neneknya. Apalagi bila bayi sehat, waktunya tidak terlalu lama, dan perjalanan relatif singkat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membawa bayi bersilaturahmi:
Persiapan - Patuhi semua jadwal imunisasi.
- Cek kesehatan bayi ke dokter beberapa hari sebelum hari raya.
- Upayakan balita cukup istirahat sehari sebelum berangkat.
- Pakaikan baju yang sesuai dengan kondisi cuaca, tapi tidak berlebihan. Pilih pakaian dari katun dan modelnya praktis, tidak menghambat gerakan bayi.
- Gunakan popok sekali pakai, dan perhatikan daya tampungnya.
- Bawa semua perlengkapannya, termasuk baju ganti dan popok.
- Sebelum berangkat, susui bayi sampai cukup kenyang.
- Sebaiknya naik kendaraan pribadi.
Utamakan Bayi- Susui setiap kali ia haus.
- Perhatikan faktor kebersihan dan kenyamanan bayi. Misalnya, segera ganti pakaian dan popok bayi bila basah atau kotor. Bila bayi tampak gelisah,peluk dan ajak dia ke tempat yang tenang.
- Yakinkan ada kamar yang cukup nyaman di tempat tujuan, untuk bayi yang ingin tidur.
- Bila ada tamu lain yang sedang sakit, usahakan agar bayi tidak berdekatan dengan orang tersebut. Bila Anda sudah cukup lama berkunjung, bisa segera berpamitan.
- Bila bayi rewel atasi dengan:
- Gendong sambil diayun-ayun dengan lembut dan berirama.
- senandungkan lagu yang lembut pengantar tidur bayi.
- Pijat tubuh bayi, sentuhan tangan Anda pada kulitnya membuat bayi tenang.
- Ajakdia naik mobil dan berkeliling beberapa saat. Suara halus mesin mobilyang berirama dan monoton, serta goyangan mobil biasanya akan membuatbayi tenang dan menghentikan tangisnya,
Tiba di rumah.- Segera bersihkan tubuh bayi, atau bila mungkin mandikan dia.
- Ganti bajunya dengan yang bersih dan nyaman,
- Susui bila dia terlihat lapar.
- Biarkan bayi tidur, atau beristirahat sambil dipijat lembut untuk melancarkan aliran darah serta membuat tubuhnya rileks.