
Dalam pandangan si 2 tahun, segala sesuatu bisa sakit, menangis dan perlu dihibur. Tak aneh jika ia kerap 'dadah' dengan bangku, sepeda atau kucingnya sebelum pergi. Atau balita menari-nari di hadapan seekor kucing karena ia kira dapat menghibur hati kucing yang sedih. Apa yang dipikirkan si 2 tahun?
Egosentris. Pada usia ini, anak paham bahwa benda-benda dapat mewakili benda lain. Misalnya, kardus besar diumpamakan mobil. Ban renang diumpamakan kapal. Meski tampaknya logis, kemampuan berpikirnya masih sangat terbatas
Balita mengalami fase egosentris, yakni memandang segala sesuatu dari sudut pandangnya sendiri, mewarnai kemampuan si 2 tahun berpikir. Ia berpendapat bahwa benda, binatang dan orang lain berpikir dan merasakan sepertiapayang ia pikir dan rasakan. Wajar saja kalau ia memperlakukan boneka, meja kecilnya atau sepedanya seperti Anda memperlakukannya.
Semisal, karena kuatir bonekanya menangis bila ia sedang mandi, anak pun pamit kepada bonekanya,”Nggak usah nangis ya. Aku cuma mandi kok! Dah Elmo...”
Agar pintar bicara. Perkembangan buah hati Anda termasuk normal bila ia mengalami fase ini. Semakin sering Anda berinteraksi dengan anak, semakin banyak perbendaharaan kata dan perilaku balita terhadap benda-benda di sekitarnya. Berarti Anda memberinya bahan pelajaran bagaimana ia memperlakukan orang lain, meski di usia selanjutnya terjadi perkembangan ke arah yang lebih baik. Misalnya, kemampuan berempati.
Biarkan anak menjalani tahap ini, yang merupakan perkembangan berpikir dari tahap sensori ke tahap praoperasional. Karena mendorong kemamampuannya bermain pura-pura. Bermain pura-pura akan meningkatkan keterampilan bicara balita Anda. Semakin ia terampil bicara, semakin menyenangkan si balita sebagai kawan ngobrol Anda.