Kadar Bayi Kuning Normal dan Tidak Normal

Kadar Bayi Kuning Normal dan Tidak Normal Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Bayi Anda telah lahir dengan selamat! Namun jika dibandingkan dengan bayi lainnya, mengapa tubuhnya berwarna kuning? Normalkah?

Secara fisiologis tubuh seseorang memroduksi sel darah merah, dan akan membuang atau memecah sel darah merah yang sudah tua. Produk buangan dari proses pemecahan itulah yang disebut bilirubin indirek yang tidak larut dalam air. Bilirubin indirek ini kemudian harus diproses di dalam hati hingga menjadi bilirubin direk (larut dalam air).

Bayi yang baru lahir, fungsi organ hatinya masih belum matang, sehingga proses perubahan bilirubin itu menjadi lambat. Akibatnya, bilirubin indirek akan menumpuk di dalam darah dan jaringan tubuh. Inilah yang kemudian menyebabkan kulit, mata, dan selaput lendir bayi tampak kuning.

Normal kok. Hal ini normal terjadi pada bayi jika:
  • Warna kuning muncul setelah 2x24 jam kelahiran.
  • Derajat bilirubin sekitar 10 mg%
  • Jika bayi mendapat susu formula, warna kuning akan mencapai puncaknya yakni sekitar 6-8mg% pada hari ketiga.
  • Jika bayi diberikan ASI, kadar bilirubin puncak dapat mencapai 7-14 mg%.
  • Bayi tetap aktif menangis dan kuat menyusu.
  • Urin bayi tidak berwarna kuning tua atau cokelat.
Untuk bayi dalam keadaan yang normal, warna kuning ini akan hilang bila fungsi organ hati bayi sudah benar-benar matang. Karena pada saat itu hati sudah mampu mengubah bilirubin menjadi larut dalam air dan membuangnya dari tubuh. Normalnya, warna kuning itu akan hilang di hari ke-7.

Tidak normal. Ayah dan Bunda perlu waspada jika warna kuning itu muncul:
  • Sebelum 24 jam pertama setelah bayi lahir.
  • Melalui pemeriksaan laboratorium, peningkatan kadar bilirubin terjadi sangat cepat, melebihi 5 mg% per hari.
  • Warna urin kuning tua atau cokelat.
Warna kuning atau tingkat bilirubin yang tinggi ini bisa disebabkan karena berbagai hal, antara lain:
  • perbedaan golongan darah
  • kekurangan enzim GPO
  • infeksi besar
  • Hb darah tingi
  • sumbatan sistim empedu
  • gangguan metabolic atau endokrin
  • faktor ras
  • kelainan genetic.
 Atau bisa juga dikarenakan usia ibu yang sudah lanjut, ibu dengan diabetes atau tekanan darah tinggi, ibu yang kekurangan zat seng,obat-obatan tertentu, proses persalinan dengan menggunakan alat, bayi prematur, atau pemotongan tali pusat yang terlambat.

Perlu Fototerapi? Jika kadar bilirubin bayi tinggi, maka fototerapi (terapi sinar biru) perlu dilakukan. Karena kadar bilirubin yang tinggi dapat menyebabkan keracunan pada otak bayi, yang akhirnya dapat menyebabkan retardasi mental atau palsi serebral.

Dan jika kadar bilirubin sudah pada tahap yang membahayakan, bisa dilakukan transfusi tukar, yaitu menukar darah bayi dengan darah golongan O dengan kadar tertentu dan sebelumnya telah dilakukan uji silang.

Namun jika kadar bilirubin masih tidak terlalu tinggi, pemberian ASI bisa sangat membantu. Dengan memberikan ASI sesering mungkin, maka proses transportasi bilirubin ke sel hati bayi menjadi lancar. Selain itu, Anda bisa menjemur bayi sekitar 15-30 menit pada pukul 07.00 – 09.00.



Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  5 Tanda Autistik   89128   
>  Dana Pribadi Ibu Bekerja   30174   
>  Mengasuh Anak Autis   21523   
>  Kriteria Pengasuh yang Baik   18118