I Daftar Baru I I
Leptospirosis di "Musim" Banjir
Musim penghujan kerap identikkan dengan banjir, serta penyakit leptospirosis. Penyebabnya adalah bakteri leptospira, yang biasanya menyerang binatang. Hati-hati kini, bakteri ini "menyerang" manusia.

Bakteri ini dapat hidup dalam air tawar selama kira-kira satu bulan. Tetapi dalam air selokan, air laut dan air kemih (urin), bakteri itu malah cepat mati. Bakteri leptospira biasanya masuk ke tubuh manusia melalui selaput lendir di mata, hidung, kulit yang terluka (lecet), atau makan dari makanan yang terkontaminasi urin (kencing) hewan yang terinfeksi leptospirosis.

Masa inkubasi: 4-19 hari.  

Gejala:
  • Demam atau panas tinggi, menggigil.
  • Sakit kepala.
  • Lesu, lemah.
  • Muntah-muntah.
  • Radang mata (tampak kemerahan).
  • Nyeri otot betis dan punggung.
Komplikasi: Selain gejala di atas, jika terjadi komplikasi pada beberapa bagian tubuh berikut ini akan muncul gejala tambahan, antara lain:
  • Jika ada komplikasi di hati, maka kulit tampak kekuningan pada hari ke-4 sampai ke-6.
  • Jika pada jantung, maka jantung berdebar tidak teratur, jantung membengkak, dan gagal jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak.
  • Jika pada paru-paru, maka muncul batuk darah, nyeri dada, dan sesak napas.
  • Jika pada ibu hamil, dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir cacat dan meninggal, atau lahir prematur.
  • Jika ada komplikasi pada pembuluh darah di organ dalam (misalnya ginjal, saluran pernapasan, dan saluran genitalia), maka dapat terjadi perdarahan.
Penanganan: Pada gejala yang masih dini, pengobatan dengan antibiotik  akan sangat membantu. Namun jika sudah terjadi komplikasi, maka angka kematian bisa mencapai 20%. Oleh karena itu, jika muncul gejala seperti di atas dan ada kemungkinan lingkungan Anda rentan terhadap bakteri leptospira, segeralah ke dokter dan jelaskan gejala yang terlihat pada si kecil.

Pencegahan:
  • Biasakan berperilaku hidup bersih dan sehat.
  • Simpan makanan dan minuman dengan baik, agar terhindar dari tikus (yang membawa bakteri tersebut).
  • Selalu bersihkan botol atau kaleng minuman sebelum berkontak dengan mulut atau sedotan, yang memungkinkan bakteri masuk ke tubuh.
  • Cuci tangan dengan sabun sebelum makan.
  • Cuci tangan, kaki serta bagian tubuh lain dengan sabun setelah terkena banjir.
  • Jaga kebersihan lingkungan.
  • Sediakan dan tutup rapat tempat sampah.
  • Bersihkan tempat air dan kolam renang secara rutin.
  • Hindari adanya tikus dalam rumah atau gedung.
  • Bersihkan tempat-tempat yang kemungkinan tercemar oleh tikus dengan desinfektan.

Komentar
Input komentar
200 karakter tersedia
* Dengan mengklik tombol "kirim" diatas berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda
Home - Member Area - Contact Us - Privacy Policy & Disclaimer - Site Map
Portal ini berisi informasi yang bersifat umum dan tidak ditujukan menggantikan saran dokter, psikolog, konselor, terapis dan ahli lainnya.
Konsultasikan keluhan atau masalah spesifik anak Anda dan keluarga kepada ahli.
Copyright © 2012 - 2013 Ayahbunda. All rights reserved.
Dilarang menyalin, mempublikasikan dan mengutip sebagian atau seluruh isi portal tanpa seizin Ayahbunda.
Tampilan terbaik gunakan IE 7+ / Mozilla Firefox 3+