Agar Mudah Melahirkan

Agar Mudah Melahirkan Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Bagi seorang ibu, proses melahirkan memang penuh perjuangan. Tapi dengan langkah tertentu, proses melahirkan bisa lebih lancar. Anda tentu bercita-cita demikian! Berikut langkah-langkahnya:

  1. Siapkan Bayi  “Meluncur”. Posisi bayi siap “meluncur“ - kepalanya di bawah -  membuat proses bersalin lebih mudah. Sejak kehamilan minggu ke-34, lakukan latihan ini: berlutut di lantai, membungkuk dengan bertumpu pada bola fitness atau kursi, sehingga posisi lutut lebih rendah dari  bokong dan membantu bayi “turun”.
  2. Naik-turun Tangga. Ketika perut sudah semakin buncit,  rasanya malas naik turun tangga. Padahal, asal dilakukan dengan hati-hati, naik turun tangga besar manfaatnya untuk membantu janin turun  ke jalan lahirnya.
  3. Jaga Kesehatan! Konsumsilah makanan bergizi seimbang,  habiskan susu, “lalap” suplemen dari dokter, cukup istirahat, namun jangan malas gerak badan. Jika sehat dan bugar, Anda bisa melalui proses persalinan dalam waktu lebih singkat.
  4. Pijat Perineum. Sejak minggu ke-34 kehamilan, rajinlah memijat perineum - daerah di antara vagina dengan anus, agar  kawasan tersebut  lebih lentur, siap membuka dan meregang, sehingga mengurangi perobekan saat bersalin. Gunakan minyak pijat esensial wheatgerm atau sweet almond. Lakukan pemijatan sebelum mandi pagi dan sore. Sesekali suami juga bisa membantu Anda memijat, lho!
  5. Melahirkan di Rumah. Di negara modern,  kebiasaan ini kembali in, karena punya kelebihan, yaitu, calon ibu yang kehamilannya tidak bermasalah lebih familiar terhadap suasana rumahnya sehingga lebih tenang saat bersalin. Jika ragu bersalin di rumah, cobalah survey rumah sakit pilihan Anda
  6. “Belanda Masih Jauh”. Persalinan, khususnya  anak pertama,  biasanya berlangsung berjam-jam.  Saat mengalami kontraksi awal, jangan  keburu panik. Tetap tenang, telepon rumah sakit atau dokter karena mereka akan memandu Anda mengenali  tanda-tanda vital persalinan.
  7. Tetap Aktif Meski Kontraksi. Serangan kontraksi menjelang persalinan memang semakin menjadi. Tak heran jika banyak ibu “menyerah” dengan cara meringkuk di tempat  tidur. Yang baik bagaimana? Tetap aktif dengan berjalan-jalan di sekitar rumah sakit di antara jeda kontraksi dan  istirahat saat kontraksi. Jaga posisi tubuh tetap tegak,  agar  bayi turun dengan lancar dan mempercepat pembukaan.
  8. Alat Pantau Medis. Salah satu kendala yang menyulitkan ibu tetap aktif menjelang persalinan terkadang adalah prosedur  rumah sakit   yang  memasang alat pemantau di tubuh ibu sepanjang waktu. Misalnya alat pantau janin (Fetal Electronic Monitoring). Gara-gara alat itu, ibu  “terikat” di  tempat tidur,  cuma berbaring  dan tidak aktif.
  9. Tambah Energi. Proses persalinan menguras energi dan membuang banyak cairan tubuh. Karenanya,  selagi menunggu pembukaan yang terkadang berlangsung berjam-jam hingga sehari penuh, pastikan Anda makan dan minum.
  10. Minum Teh Raspberi. Omong-omong teh, di negara barat raspberry tea ternyata dipercaya dapat membantu mempersiapkan kondisi rahim menjelang persalinan. Anda dapat mencobanya juga. Mulailah meminum teh raspberi  - ada juga dalam bentuk tablet - mulai minggu ke-36 kehamilan sebanyak maksimal 4 cangkir sehari.
  11. Yuk, Coba Hipnoterapi! Hipnoterapi dipercaya membuat Anda lebih  tenang dan siap menyambut kelahiran sang buah hati. Dalam program hipnoterapi, Anda belajar cara-cara menenangkan diri, teknik pernapasan, juga  teknik visualisasi (membayangkan yang indah-indah). Saat ini,  beberapa rumah sakit menyediakan fasilitas bersalin dibantu hipnoterapi, dipandu  terapis khusus yang berperan sebagai mitra dokter.
  12. Posisi Jongkok. Kalau biasanya  ibu melahirkan sembari berbaring atau setengah duduk, kini dicoba melahirkan sambil berendam di kolam air, dalam posisi  berlutut  tegak (tangan bertumpu pada tumpukan bantal, atau pada pegangan yang digantung di langit-langit kamar), berlutut dengan tubuh dibungkukkan dan kepala ditopang bantal (posisi sujud), atau jongkok. Pada ketiga posisi itu, posisi tubuh ibu tegak lurus sehingga bayi turun ke mulut rahim dengan lancar dan cepat.  Konon, bersalin seperti itu juga mengurangi rasa sakit. Tertarik? Jangan lupa bicarakan dengan dokter.
  13. Bernafas Jangan Buru-buru. Menjelang datangnya kontraksi, hindari bernafas cepat-cepat  dan pendek karena akan menjadikan Anda tegang. Tarik nafas panjang, rasakan oksigen  yang Anda hirup masuk  ke dalam tubuh dan menguatkan otot-otot. Kemudian, manakala Anda mengalami kontraksi, hembuskan nafas pelan dan dalam. Teknik bernafas ini dapat mengurangi nyeri karena otot-otot Anda lebih rileks.
  14. Curi Waktu Tidur. Menunggu pembukaan lengkap rasanya berabad-abad, Anda pun didera lelah. Cobalah tidur untuk mengembalikan  enegi. Ketika bangun, niscaya Anda lebih segar, siap menghadapi kontraksi lagi.
  15. Efektif Mengejan. Ikuti irama tubuh saat mengejan. Jangan menahan sesuatu seperti ; nafas, tubuh (dengan mengangkat bokong), atau menahan dorongan mengejan itu sendiri sehingga tidak maksimal. Berikut ini teknik mengejan efektif. Begitu dokter menginstruksikan Anda untuk mengejan, tarik nafas panjang, mengejanlah dengan kuat sambil  mengembuskan nafas  (beberapa ibu cenderung menahan nafas sampai wajah membiru, akhirnya kehabisan nafas dan cepat lelah), kemudian istirahat sambil bernafas pendek-pendek lewat mulut. Dengarkan komando dokter. Begitu terdengar instruksi mengejan lagi, ulangi prosesnya. Dengan mengejan efektif, dibutuhkan kurang dari lima kali mengejan untuk melahirkan bayi. (me)

Semoga sukses melahirkan dengan mudah dan lancar ....




Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  Seni Memberi Nama Anak   37928   
>  Buang Stres Saat Hamil!   24145   
>   Penularan AIDS Pada Bayi   20457   
>  2 Jenis Senyum Bayi   17458   
>  Balita Hobi Tampil   11013   

 
 border=
Susu Kehamilan
Apakah Anda mengonsumsi susu khusus ibu hamil, sebelum hamil?
Ya
Tidak