Home » Tumbuh Kembang » Cari Content

 

Alat Ukur Tumbuh Kembang Bayi

Alat Ukur Tumbuh Kembang Bayi Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Normalkah pertumbuhan bayi Anda? Anda bisa mendeteksi secara dini gangguan tumbuh kembang bayi Anda. Cara deteksinya mudah, kok!


Coba perhatikan, setiap kali membawa bayi  ke dokter  untuk imunisasi atau karena sakit, pasti bayi akan ditimbang, diukur panjang badannya dan lingkar kepalanya. Pengukuran fisik bayi ini  adalah bagian dari faktor tumbuh kembang seorang anak. Kedua hal ini adalah hal yang utama, hakiki dan khas pada anak.

Apa yang disebut tumbuh kembang anak? “Tumbuh” sebenarnya adalah faktor pertumbuhan yaitu proses bertambah banyaknya sel-sel tubuh serta bertambahnya jaringan antar sel. Sedangkan yang dimaksud dengan “kembang” adalah faktor perkembangan yaitu proses pematangan fungsi dari organ tubuh termasuk berkembangnya kemampuan mental atau intelegensi serta perilaku anak.

Berikut akan dibahas hal-hal yang berkaitan dengan faktor pertumbuhan anak dalam satu tahun pertama kehidupannya.

Tiga Ukuran Fisik. Pengukuran fisik anak disebut pengukuran antropometri atau berkaitan dengan tubuh. Angka-angka yang tertera dari hasil pengukuran fisik bayi itu dicatat di buku kecil berisi catatan kesehatan bayi. Ketiga pengukuran fisik ini dilakukan terhadap bayi sejak saat ia dilahirkan.

  • Berat Badan menurut Umur (BB/U)
    Cara: menempatkan bayi, jika mungkin bajunya dibuka, dalam posisi tidur di atas timbangan khusus untuk bayi.  
    Catatan: rata-rata berat usia 6 bulan adalah 2 kali berat lahir dan pada usia setahun menjadi 3 kali berat lahir. Tapi patut dicatat, hitung-hitungan tersebut bukan harga pas.
     
  • Panjang Badan menurut Umur (PB/U)
    Cara: membaringkan bayi dalam posisi lurus, kemudian diukur panjang badannya dari ubun-ubun  sampai ujung kaki dengan menggunakan alat ukur footboard (seperti penggaris kayu) yang dapat digerakkan agar mendapat hasil yang akurat.
    Catatan: secara kasar pada umur 1 tahun panjang bayi mencapai satu setengah kali panjangnya waktu lahir, dan umur 4 tahun 2 kali panjang waktu lahir.
  • Lingkar Kepala menurut Umur (LK/U)
    Cara: melingkarkan alat ukur berupa pita seperti yang digunakan oleh tukang jahit di kepala bayi, tepat di atas alis dan telinga bayi.
    Catatan:
    -    ukuran rata-rata lingkar kepala bayi ketika lahir adalah 35 cm.Rata-rata pada usia 6 bulan, lingkar kepala akan bertambah kurang lebih 8,5 cm menjadi 43,5 cm dan pada usia setahun akan bertambah sekitar 12 cm dari waktu lahir, yaitu menjadi sekitar 47 cm.
    -    lingkar kepala ini wajib dilakukan secara rutin pada bayi kurang dari usia 2 tahun. Ukuran lingkar kepala ini penting karena berkaitan dengan volume otak. Jika ukuran kepala bayi membesar terlalu cepat, kemungkinan ia menderita hidrosefalus. Sedangkan jika ukuran lingkar kepala tak tumbuh-tumbuh, dikhawatirkan ia menderita mikrosefali. Keduanya adalah masalah serius yang berhubungan dengan otak, sehingga berhubungan dengan kecerdasannya kelak.

Hasil penilaian itu dicocokkan dengan menggunakan grafik pertumbuhan yang berlaku untuk suatu masyarakat, sehingga dokter dapat mengevaluasi dan melihat perkembangan fisik bayi.

Di Indonesia, grafik pertumbuhan yang dipergunakan berdasarkan NCHS (The National Centre for Healts) dari Amerika Serikat. Grafik inilah yang digunakan dalam Kartu Menuju Sehat (KMS), atau buku catatan kesehatan anak yang diberikan pada orang tua. Grafik tersebut terdiri dari grafik pertumbuhan berat badan, lingkar kepala dan panjang badan sesuai usia dan jenis kelamin bayi.




Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  Mengenal Neuroblastoma   16226   
>  2 Jenis Senyum Bayi   14472   
>  Balita Hobi Tampil   10257