Beda Kista dan Miom

Beda Kista dan Miom Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Meski sekilas tampak sama, tapi kedua “pengganggu” organ reproduksi perempuan yakni kista dan miom ini ternyata berbeda.

Walau belum ada data pasti jumlah penderita kista dan miom, namun berkat kesadaran masyarakat yang semakin tinggi dan canggihnya alat kedokteran, kini lebih banyak terdiagnosa penderita miom atau kista, khususnya yang ada di organ reproduksi. Jika Anda masih belum jelas perbedaan keduanya, tabel berikut bisa membantu. (me)

 

Kista
Miom
Definisi

Tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan dan berisi cairan.

Bungkus otot rahim yang berubah menjadi tumor jinak. Istilah sederhananya, daging-tumbuh di rahim.

Lokasi

  • Biasa terdapat di rahim, saluran telur, indung telur, dan juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan).

  • Bisa juga terjadi di bagian tubuh lain seperti gusi.

 

  • Sebagian besar miom tumbuh di dalam dinding rahim (miom uteri). Gejala yang ditimbulkan biasanya tidak akan terlalu berat dan jarang mengganggu kehamilan.

  • Sebagian kecil lagi tumbuh di leher rahim (miom servik uteri).Bisa menyebabkan infertilitas, karena akan mengganggu masuknya sperma ke rahim.

Gejala
  • Nyeri di perut bagian bawah.

  • Nyeri saat haid.

  • Sering merasa ingin buang air besar atau kecil.

  • Pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut.

Catatan: ada jenis kista yang tidak memberikan rasa nyeri, sehingga penderita tidak menyadarinya.

  • Nyeri di perut bagian bawah, atau di sekitar pinggul.

  • Nyeri saat sanggama.

  • Gangguan haid, seperti nyeri saat haid, perdarahan haid sangat banyak, dan haid tak beraturan (sering haid).

  • Perut terasa penuh.

  • Sebagian wanita kadang mengeluhkan frekuensi buang air kecil yang tinggi (ingin pipis terus).

Penyebab

Sampai sekarang belum diketahui pasti, sehingga belum bisa dicari cara pencegahannya. Tetapi diduga, kista disebabkan pencermaran oleh bahan-bahan yang bersifat karsinogenik, misalnya zat kimia.

  • Faktor hormonal, terutama hormon estrogen. Miom cenderung berkembang pada masa reproduksi, dan dapat bertambah besar dengan cepat selama kehamilan. Miom biasanya menyusut setelah menopause ketika kadar estrogen menurun.

  • Faktor-faktor lain seperti ketidakseimbangan emosi, misalnya sering stres, daya tahan tubuh rendah, dan gaya hidup yang tidak seimbang.

Penanganan

Tergantung jenis kistanya.

  • Kistanon-neoplastik. Sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2-3 bulan.

  • Kistaneoplastik ditangani melalui operasi. Relatif mudah diangkat dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya

Dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

  • Miomektomi: yaitu operasi pengangkatan miom tanpa mengorbankan rahim.

  • Histerektomi: yakni pengangkatan miom bersamaan dengan ra


Baca juga:
Mengenal Kista
Bahayakah Kista bagi Wanita?
Operasi Kista Saat Hamil
Mengenal Miom dan Bahayanya







Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  5 Tanda Autistik   89392   
>  Dana Pribadi Ibu Bekerja   30362   
>  Mengasuh Anak Autis   21590   
>  Kriteria Pengasuh yang Baik   18248