Berat Badan Lahir Bayi Rendah

Berat Badan Lahir Bayi Rendah Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Bobot bayi saat lahir terlalu ringan? Tak perlu kuatir jika Anda tahu cara merawat dan mengasuh bayi dengan berat badan lahir rendah.

Kapan bayi dikatakan memiliki berat lahir rendah? Jika berat bayi kurang dari 2500 gram, karena normalnya berat bayi baru lahir minimal 2500 gram. Dalam kondisi seperti ini, bayi perlu mendapat perhatian lebih.

Pentingnya perhatian ekstra. Dari penampilannya, bayi yang lahir dengan berat badan rendah umumnya terlihat sangat kecil. Selain itu, kulit bayi baru lahir seringkali keriput, dan diselimuti bulu-bulu halus. Beberapa alasan yang mengharuskan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) mendapatkan perhatian dan perawatan ekstra adalah: 
  • Kondisi bayi dengan berat lahir rendah lemah, dan mudah kedinginan (karena lapisan lemak di bawah kulitnya sangat tipis).
  • Bayi dengan berat lahir rendah biasanya cepat lelah, dan sering tersedak ketika mengisap ASI. Akibatnya, bayi jadi malas minum. Padahal, tubuhnya membutuhkan banyak ASI agar beratnya segera normal.
  • Bayi dengan berat lahir rendah rentan terhadap infeksi kuman penyakit. 
  • Bayi dengan berat lahir rendah mudah mengalami gangguan pernapasan. Itu sebabnya, kadang-kadang bayi dengan berat lahir rendah membutuhkan alat bantu pernapasan. 
Perlakuan khusus. Selama di rumah sakit, bayi akan diletakkan di inkubator agar suhu tubuhnya tetap hangat. Nah, setibanya di rumah Anda bisa melakukan beberapa tindakan berikut.
  • Jaga agar tubuh bayi tetap hangat. Dengan demikian diharapkan beratnya segera normal, dan lebih kuat menghadapi kondisi di luar rahim. Caranya:
    • Letakkan botol berisi air hangat di dekat bayi, sementara bayi dibungkus dengan kain bersih yang lembut dan kepalanya ditutup topi agar tetap hangat.
    • Periksa popoknya secara rutin, dan segera ganti jika basah, agar tidak kedinginan. Pemeriksaan popok harus sering dilakukan, karena bayi dengan berat lahir rendah jarang menangis sekalipun popoknya basah, sementara pakaian luarnya mungkin masih tampak kering.
    • Rawat dengan metode kangaroo care (ayah atau bunda memeluk bayi setiap saat dengan kulit bayi terkena kulit ayah atau bundanya, lalu tubuh keduanya diselimuti dengan pakaian tebal dan lembut). Cara ini dilakukan agar panas tubuh ayah atau bunda mengalir ke tubuh bayi. Penelitian membuktikan, cara ini efektif bukan saja untuk meningkatkan berat badan bayi, tetapi juga membantu tumbuh kembang bayi. Mengapa? Selain menghangatkan tubuh bayi, kegiatan ini memberikan sentuhan kasih sayang yang sangat membantu memulihkan kondisi bayi.
  • Berikan ASI segera setelah bayi lahir. ASI diberikan sedikit-sedikit, tapi sesering mungkin, sesuai dengan kemampuan bayi. Jika bayi belum bisa mengisap, ASI dapat diperah dan diberikan sedikit sedikit dengan pipet atau sendok kecil.
  • Bersihkan bekas luka tali pusat bayi dengan teliti dan teratur, agar tetap steril.
  • Jauhkan bayi dari orang sakit, karena bayi mudah tertular penyakit. Kalaupun bundanya pilek, pakailah kain penutup hidung ketika menyusui, agar kesehatan bayi tetap terjaga.



Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda