Home » Tumbuh Kembang » Cari Content

 

Ibu Hamil Boleh Puasa

Ibu Hamil Boleh Puasa Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Sepanjang memperhatikan gizi dan tubuh Anda sehat, silakan saja berpuasa ketika Anda hamil. Sebenarnya, ibuhamil punya dispensasi untuk tidak menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. Namun, tak sedikit ibuhamil yang berniat berpuasa karena merasa sanggup dan sayang melewati bulan yang penuh berkah ini.

Boleh puasa, tapi ada syaratnya. Sebenarnya, yang dikhawatirkan dari ibu hamil yang berpuasa adalah kurang makan sehingga janin kekurangan gizi. Jadi, asal kondisi kehamilan Anda sehat dan Anda juga memperhatikan asupan gizi saat sahur dan berbuka puasa, maka boleh-boleh saja berpuasa. Jika Anda menderita penyakit tekanan darah tinggi, diabetes melitus (DM), atau muntah-muntah berlebihan saat hamil, misalnya, jelas lebih baik Anda menunda keinginan untuk berpuasa. Bukankah menjalankan kehamilan juga merupakan ibadah? Tekanan darah tinggi menyebabkan suplai darah ke jaringan terganggu, khususnya jaringan plasenta. Akibatnya, proses masuknya oksigen ke jaringan jadi terhambat dan memicu keluhan, seperti pusing, badan tidak sehat, dan nafsu makan menurun. Bila suplai darah ke plasenta terganggu, suplai oksigen dan makanan ke janin pun ikut-ikutan terganggu. Pada akhirnya akan mengganggu pertumbuhan janin.

Perhatikan berat badan. Satu hal yang harus diperhatikan adalah pertambahan berat badan, karena merupakan indikator tumbuh kembang janin. Sebagai patokan, kenaikan berat badan Anda yang normal hingga 20 minggu pertama kehamilan adalah sekitar 3,5-4 kg. Pada 20 minggu berikutnya kira-kira 1/2 kg per minggu. Pada akhir kehamilan, kenaikan berat badan sekitar 12,5-14 kg. Dari patokan tersebut, aturan mainnya adalah, jangan berpuasa jika berat badan Anda turun drastis. Dikhawatirkan, ini bisa mempengaruhi perkembangan janin.

Ini kiatnya!
Ketika sahur. Sahur dan berbuka adalah waktu di mana Anda boleh makan dan minum sepuas-puasnya. Jadi, perhatikan makan Anda agar tetap bergizi seimbang dan dalam jumlah sesuai kebutuhan sebagai ibu hamil.
  • Hindari makanan yang banyak mengandung karbohidrat sederhana (gula), karena akan merangsang produksi hormon insulin untuk membakar gula dalam darah. Akibatnya, kadar gula darah menurun, sehingga Anda lemas, tidak bertenaga, pusing, dan perut perih.
  • Lebih baik konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi dan sayur. Sedangkan protein bisa didapat dari daging dan telur. Kedua zat gizi ini membuat Anda lebih lama kenyang.
  • Jangan lupa, konsumsi susu (sebagai sumber kalsium, protein dan vitamin) dan perbanyak buah-buahan segar.
Saat berbuka puasa.
  • Awali dengan makanan manis, seperti kolak, kurma, atau jus buah. Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk mengonsumsi kurma, karena mengandung karbohidrat sederhana dalam jumlah tinggi. Selain mudah dicerna, juga mengandung cukup zat besi.
  • Setelah berpuasa selama 12 jam, kadar gula darah akan menurun. Makanan seperti kurma bisa cepat meningkatkan kadar gula.
Ketika makan malam. Lebih baik Anda mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Selain itu, konsumsi cairan juga harus cukup untuk menjaga volume darah, mengatur suhu tubuh, media mengangkut oksigen dan zat gizi, serta mencegah sembelit. (me)

Baca juga:
Puasa Pada Ibu Menyusui
Cermat Memilih Makanan Buka Puasa
Tips Berpuasa Penderita Hipertensi
Tips Berpuasa Bagi Penderita Diabetes
Tips Berpuasa Bagi Penderita Anemia
Tips Berpuasa Penderita Maag
Tips Berbuka Puasa di Jalan







Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  5 Tanda Autistik   88331   
>  Dana Pribadi Ibu Bekerja   29616   
>  Mengasuh Anak Autis   21308   
>  Kriteria Pengasuh yang Baik   17680