Kontroversi Obat Puyer untuk Bayi

Kontroversi Obat Puyer untuk Bayi Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Soal pemberian puyer pada bayi, memang masih menjadi kontroversi. Hal ini timbul karena puyer merupakan campuran dari 2, 3 atau 5 jenis obat sekaligus yang digerus pada alat yang diduga tidak steril.

Praktik pembuatan obat yang tidak sehat itu karena tidak mengikuti pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang harus serba steril. Saat meracik puyer, alat penggerus konon tidak dicuci dulu sehingga sisa obat yang menempel bercampur dengan obat baru yang akan digerus.

Selain itu, karena tercampur dari beberapa obat sekaligus, bila setelah dikonsumsi bayi terjadi efek samping, sulit mendeteksi obat mana yang menimbulkan efek samping.

Jika jenis obat atau takaran di resep dokter tidak terbaca akurat oleh apoteker, bisa salah racik. Hal ini membuat puyer di beberapa negara dunia ketiga seperti Bangladesh, puyer sudah tidak diresepkan lagi.

Di Indoensia, obat puyer sudah digunakan sejak masa penjajahan Belanda dan sangat popular dalam dunia pengobatan di Indonesia, terutama pasien untuk pasien anak-anak. Harganya lebih murah dan lebih mudah dalam hal pendistribusian ke daerah-daerah.

Fakta.
  • Belum ada pernyataan larangan obat berbentuk puyer, baik dari Departemen Kesehatan RI maupun dari sumber informasi terpercaya seperti Ikatan Dokter Indoensia (IDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) atau ahli farmasi
  • Pembuatan puyer terikat pada protocol, mulai dari penulisan resep sampai pembuatan. Kalau protokol atau kaidah-kaidah tersebut dipenuhi, puyer aman dikonsumsi. Semisal, tidak semua obat boleh digerus menjadi puyer. Obat yang didesain untuk larut perlahan di lambung akan hilang kemampuannya jika digerus, karena itu tidak boleh diracik menjadi puyer.
  • Obat yang diracik jadi puyer, tidak boleh dari golongan yang batas keamanannya sempit. Artinya, dosis tidak harus persis sama, selisih beberapa milligram tidak menyebabkan perubahan bermakna. Obat yang batas keamanannya sempit (golongan digitalis) tidak boleh dibuat puyer, karena selisih nol koma sekian mg saja efeknya bisa berbahaya. Selain itu, tidak sembarangan obat boleh dicampur menjadi satu.
  • Para ahli menyatakan, selama mengikuti prosedur penggunaan obat yang rasional serta kaidah ilmu kedokteran dengan baik, penggunaan puyer aman bagi konsumen
Menyikapi puyer
  • Sikapi dengan jernih, sebab masalah yang dikhawatirkan terjadi pada puyer, juga bisa terjadi pada jenis obat lain, seperti sirup
  • Bila ragu pada puyer, minta obat jenis sirup pada dokter
     



Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  Mengenal Neuroblastoma   16095   
>  2 Jenis Senyum Bayi   14150   
>  Balita Hobi Tampil   10153