Konsep “Makan Berdua”

Konsep “Makan Berdua”  Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
“Makan berdua”  bukan berarti selalu makan dua porsi, satu untuk ibu dan satu lagi untuk janin. Itu konsep yang tidak benar!

Konsep "makan untuk berdua" (eating for two) selagi hamil, bukan berarti Anda selalu makan dua porsi, satu porsi untuk Anda dan satu porsi lagi untuk janin. Arti “makan untuk berdua” adalah makan dengan menu sehat dan seimbang –mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh (karbohidrat, protein, vitamin, lemak, berbagai jenis mineral dan air)  dengan penambahan porsi 300 kilo kalori (Kalori) per hari, dari 2000 Kalori (untuk wanita dewasa dengan aktivitas sedang), menjadi 2300 Kalori. Penambahan kalori tersebut khususnya sangat penting pada trimester kedua kehamilan, karena saat ini janin mulai tumbuh dan berkembang pesat.

Bagaimana menerjemahkan penambahan ekstra 300 Kalori tersebut ke dalam makanan? Kalori sedemikian banyak kira-kira setara dengan:
  • 1 roti bakar sandwich keju (200 Kalori) + sebutir telur rebus (70 Kalori).
  • 1/2 mangkuk pure kentang (200 Kalori) + segelas susu rendah lemak (108 Kalori).
  • Sepotong atau 40 gram ayam goreng (250 Kalori) + jus tomat tanpa gula (67 Kalori).
  • 1 muffin (360 Kalori).
Jadi, jika pola makan Anda selama ini sudah baik, cukup konsumsi makanan
tambahan senilai 300 kalori tersebut. Hindari makan tidak terkendali akibat keliru mengartikan istilah “makan untuk berdua”. Risiko salah kaprah menerjemahkan "makan untuk berdua" menjadi makan 2 porsi, adalah kelebihan asupan kalori setiap kali makan. Coba hitung, jika dalam satu hari Anda makan 3 kali dan selalu kelebihan asupan kalori, ditambah 2 kali selingan atau snack time yang juga kelebihan kalori. Dalam waktu singkat  kelebihan kalori Anda akan sangat banyak! Penambahan berat badan pun jadi tidak terkontrol, dan Anda berisiko mengalami overweight yang mengundang risiko gangguan kesehatan bagi Anda dan janin.

  • Risiko pada Ibu: mencetus diabetes gestational (diabetes kehamilan), hipertensi (tekanan darah tinggi), pre-eklampsia (komplikasi kehamilan) yang dapat mengancam keselamatan hidup Anda dan janin. Anda juga berisiko kehilangan banyak darah dalam persalinan, mudah terinfeksi, risiko persalinan dengan anestesi epidural atau operasi Caesar, serta sulit mengembalikan berat badan ke ukuran semula sesudah melahirkan.
  • Risiko pada janin: kelebihan berat badan ibu menyulitkan pengukuran berat badan janin di dalam kandungan. Selain itu, janin berisiko keguguran, mengalami kelainan tulang belakang (spina bifida) dan sindroma giant baby atau bayi besar.
Kebutuhan kalori ibuhamil per hari: 2000 Kalori di trimester 1 ataumirip seperti sebelum hamil karena pertumbuhan janin masih lambat dankebutuhan gizinya belum besar, 2300 Kalori pada trimester 2 sebabtumbuh kembang janin semakin pesat, dan 2300 Kalori per hari padatrimester 3 untuk menyempurnakan pertumbuhan janin dan persiapanmenyusui. (me)





Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  5 Tanda Autistik   88118   
>  Olahraga Terbaik Ibu Hamil   35933   
>  Dana Pribadi Ibu Bekerja   29473   
>  Mengasuh Anak Autis   21226