Menghadang Demam Berdarah Dengue

Dari tahun ke tahun, entah mengapa, rekor korban penyakit demam berdarah dengue akibat virus yang ditularkan nyamuk aedes aegypti  ini masih saja tinggi. Di berbagai daerah di Indonesia, baik di kota besar maupun di desa, akhir-akhir ini korban demam berdarah dengue (DBD) mulai berjatuhan lagi.  

Masa inkubasi:
3–15 hari. 

Gejala:
  • Demam tinggi mendadak selama 4–7 hari.
  • Nyeri tulang.
  • Menggigil kedinginan.
  • Mual-mual, atau nyeri di ulu hati.
  • Sakit kepala.
  • Lemah, tidak berdaya.
  • Muncul bintik-bintik atau bercak perdarahan di bawah kulit.
  • Jika sudah berat, muncul perdarahan dari hidung, mulut, dubur, dan sebagainya.
  • Syok, pingsan, keluar keringat dingin. Pada kondisi  ini sering sekali penderita tidak tertolong lagi.
Catatan: Waspadalah, tidak semua orang yang tertular penyakit ini merasakan semua gejala tersebut. 

Penanganan: 
  • Penderita harus banyak minum untuk mencegah terjadinya dehidrasi (kekurangan cairan), syok, dan perdarahan. Segera bawa penderita ke rumah sakit jika demam tidak turun, badan terasa makin lemas, keringat dingin, sulit makan atau minum, dan ada penurunan kesadaran. Bila perlu, dilakukan pemberian cairan melalui infus oleh petugas kesehatan.
  • Untuk mengatasi demam, penderita dikompres dingin atau diberi obat penurun panas parasetamol.
  • Pasien diawasi jangan sampai terjadi syok (biasanya pasien tampak mengantuk dan pingsan, sementara kakinya terasa dingin sekali).
Pencegahan:
  • Bersihkan sarang  nyamuk. Caranya, kuras bak mandi agar jangan sampai menjadi tempat bertelurnya nyamuk, tutup rapat tempat air, serta bersihkan  tempat-tempat yang memungkinkan air tergenang,  baik di dalam maupun di luar rumah (misalnya bekas ban mobil, pecahan gelas, dan bagian belakang lemari es).
  • Lakukan abatisasi, yakni menaruh bubuk abate di bak mandi atau bak penampungan air, agar tidak menjadi sarang nyamuk.
  • Untuk membunuh nyamuk dewasa, lakukan penyemprotan dengan asap (fogging), misalnya di kebun dan pojok-pojok rumah.
  • Jaga agar tidak digigit nyamuk, dengan memakai baju yang tertutup rapat, serta mengoleskan minyak kayu putih atau minyak lain yang baunya “kuat” di kulit. 
  • Pakai kelambu, terutama pada pagi, siang dan sore hari, karena di saat-saat inilah nyamuk aedes aegypti berkeliaran mencari mangsa.



Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  Seni Memberi Nama Anak   38090   
>  Buang Stres Saat Hamil!   24229   
>   Penularan AIDS Pada Bayi   20509   
>  2 Jenis Senyum Bayi   17581   
>  Balita Hobi Tampil   11053   

 
 border=
Susu Kehamilan
Apakah Anda mengonsumsi susu khusus ibu hamil, sebelum hamil?
Ya
Tidak