Saat Dinding Rahim Menebal Tidak Normal

Saat Dinding Rahim Menebal Tidak Normal Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Penebalan dinding rahim di luar kebiasaan, harus diwaspadai! Bisa-bisa ini adalah gejala adanya kanker.

Dinding rahim (endometrium) bagian dalam termasuk sensitif. Begitu kadar hormon tubuh berubah (biasanya berkaitan dengan kacaunya siklus haid dan kehamilan), maka dia akan bereaksi, yakni menebal. Agar tak kecolongan jadi penyakit gawat, sebaiknya kita kenali cara kerjanya.

Persiapan pembuahan. Setiap siklus haid (21-35 hari), dinding bagian dalam akan menebal sampai ukuran tertentu. Ini adalah respons dari meningkatnya hormon progesterone dan estrogen pada saat ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) dan sesudahnya. Penebalan dinding ini ibarat tubuh sedang mempersiapkan “lahan subur” untuk siap ditanami. Jadi, jika sampai terjadi pembuahan, maka dinding rahim sudah siap menjadi tempat tertanamnya bakal janin di sana dengan aman. Jika tidak ada pembuahan, dinding rahim itu akan luruh, dan keluar sebagai darah haid. Selanjutnya, dinding rahim menipis lagi. Nah, proses siklus haid ini merupakan sesuatu yang alami dan tak perlu dikhawatirkan.

Kondisi tidak normal. Sesuai dengan sifatnya yang peka, jika terjadi kondisi yang tidak normal seperti perubahan hormon, dinding rahim bagian dalam akan “berunjuk rasa.” Perubahan hormon tubuh bisa terjadi karena:
  • Ada gangguan kesehatan, seperti mengidap diabetes, obesitas, atau gangguan yang mempengaruhi kelenjar pituitary (kelenjar di otak yang mempengaruhi hormon).
  • Pemakaian obat-obatan yang mengandung estrogen dan progesteron.
  • Stres yang berat dan berkesinambungan.
  • Bentuk “unjuk rasa’ dinding rahim bisa beragam. Dari sekedar penebalan dinding rahim (endometrium hyperplasia), pembentukan polip dalam rahim, pembentukan sel-sel jaringan di luar rahim, sampai kanker rahim.
Lalu, bagaimana bunda yang bersangkutan menyadari adanya “unjuk rasa,” khususnya penebalan dinding rahim ini? Berikut tanda-tandanya:
  • Berhentinya haid untuk beberapa bulan.
  • Atau sebaliknya, keluarnya darah haid dari vagina bukan saatnya haid, dan jumlahnya lebih banyak dari biasanya.
  • Keluarnya darah dari vagina pada wanita yang telah mengalami menopause.
Segera ke dokter! Jika Anda mengalami hal itu, sebaiknya segera ke dokter, pengobatannya tergantung tingkat penebalannya. Jika tidak berbahaya, bisa saja dilakukan kuretase, atau dengan pengobatan hormon. Namun, jika ditemukan sel-sel berbahaya (sel-sel kanker), maka mungkin perlu dilakukan histerektomi (pengangkatan rahim). Tapi, Anda jangan panik dulu. Lebih baik, konsultasikan segalanya pada dokter, lalu berpikir dan bertindaklah rasional.

Baca:
Endometriosis, Darah Haid Tidak Keluar Dan Mengendap.
 
 



Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  Melatih Memori Bayi   8935   
>  Memahami Perspektif Bayi   2680   
>  Perubahan Dunia Ayah   1854