Tepat Konsumsi Suplemen Saat Hamil

Tepat Konsumsi Suplemen Saat Hamil Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Mengonsumsi suplemen menjadi salah satu upaya agar ibu dan janin mendapat asupan nutrisi yang cukup. Bila Anda juga melakukannya, konsumsi suplemen dengan bijak. Asal tepat, suplemen membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
  • Tetap konsumsi makanan sehat. Pastikan Anda memang benar-benar sudah mengonsumsi makanan yang sehat, baik kualitas maupun kuantitas. Bukan hanya menjauhi junk food, tapi juga makan makanan yang memiliki kandungan nutrisi seimbang sesuai kebutuhan kalori ibuhamil –sekitar 2300 kalori. Pastikan juga makanan tersebut diolah secara sehat –misalnya, sayuran tidak dimasak terlalu matang– sehingga kandungan gizinya tetap utuh. Jika Anda tidak yakin dengan hal-hal tersebut, banyak ahli menganjurkan ibuhamil minum suplemen agar kebutuhan nutrisi untuk tumbuh kembang janin terjamin.
  • Sesuai resep Dokter. Sebaiknya membeli yang diresepkan dokter agar sesuai kebutuhan Anda. Bila dikonsumsi berlebihan, suplemen justru membahayakan diri Anda serta janin. Kelebihan seng misalnya, bisa membuat Anda mual, muntah, diare, bahkan menyebabkan turunnya kekebalan tubuh.
  • Sebelum hamil. Setiap pasangan yang sudah merencanakan kehamilan sangat dianjurkan untuk  memerhatikan asupan nutrisi sedini mungkin. Misalnya, sekitar dua bulan sebelum konsepsi, Anda mulai mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat dan kalsium seperti gandum, kacang-kacangan, dan susu, serta –jika perlu– didukung konsumsi suplemen. Namun, mengingat sebagian besar wanita tidak menyadari kalau dia sudah hamil hingga usia kandungan sudah beberapa minggu, yang terpenting segera kunjungi dokter dan bicarakan tentang asupan nutrisi terbaik untuk kehamilan.
  • Asam Folat. Ibuhamil dengan berat badan lebih disarankan mengonsumsi suplemen asam folat dengan dosis yang lebih tinggi untuk mencapai hasil yang optimal.  Namun, Dr. Martha M. Werler, DSc dari Universitas Boston, Amerika Serikat mengatakan, suplemen kehamilan tidak mengandung asam folat yang cukup untuk melindungi janin dari risiko kelainan saraf.
  • Rasa mual. Beberapa multivitamin memang bisa menyebabkan rasa mual. Untuk mengatasinya, coba tanyakan pada dokter, apakah suplemen itu bisa dicampur dengan makanan, atau bisa diminum tepat sebelum tidur sehingga Anda tidak merasakan mual-mual. Suplemen vitamin B6 bisa berguna untuk membantu mengatasi rasa mual, tapi sebaiknya Anda konsultasikan dulu dengan dokter.   
  • Sampai kapan harus minum suplemen?  Asam folat disarankan tidak hanya dikonsumsi sebelum dan selama masa kehamilan, tapi hingga masa menyusui. Suplemen kalsium disarankan dikonsumsi saat menginjak trimester ketiga sampai masa menyusui. Sementara suplemen zat besi, bisa Anda hentikan bila Anda tidak menderita anemia karena bisa memberikan efek samping sembelit. Namun, Anda sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter tentang kapan harus mengonsumsi dan menghentikan asupan suplemen tersebut.    
Memilih suplemen. Berikut beberapa suplemen yang biasa dikonsumsi ibu hamil. Apapun pilihan suplemen Anda, pastikan sudah Anda konsultasikan dengan dokter dan ikuti aturan pakainya. Umumnya, suplemen tersebut diminum sekali sehari setelah makan, di pagi atau malam hari karena membuat tubuh segar. Sebaiknya suplemen tidak diminum dengan teh atau kopi karena akan mengurangi kadarnya.
-  Suplemen asam folat: Folavit, Folas.
-  Suplemen zat besi: Hemobion, Ferrofort, Maltofer.
-  Suplemen kalsium dan vitamin D: Cavit D3, Elkana.
-  Suplemen gabungan zat besi dan kalsium: Calmin AF, Folamil, Obical.
-  Suplemen gabungan zat besi, kalsium dan DHA: Obipluz, Caloma, Folamil Genio.

Suplemen Aman Untuk Kehamilan




Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  5 Tanda Autistik   89226   
>  Dana Pribadi Ibu Bekerja   30236   
>  Mengasuh Anak Autis   21549   
>  Kriteria Pengasuh yang Baik   18156