I Daftar Baru I I
Gizi dan Kesehatan
Hamil Tapi Kurus
Tubuh kurus disebabkan konsumsi energi yang lebih rendah dari kebutuhan, sehingga sebagian cadangan energi tubuh -dalam bentuk lemak- digunakan untuk beraktivitas. Anjuran pertambahan BB ibu hamil yang kurus adalah 12-15 kg.

Risiko Hamil Kurus: Cepat lelah dan lemas, penampilan kurang segar karena terlihat capek.

Catatan Dokter:
  1. Biasanya, wanita bertubuh underweight cenderung mengalami gangguan kesuburan sebagai akibat haid yang tidak teratur. Itu terjadi karena di dalam tubuh ibu yang kurus, hanya ada sedikit lemak. Padahal, lemak memproduksi hormon leptin yang penting dalam fungsi reproduksi. Tubuh perempuan kurus –baik karena keturunan maupun kurang makan– sulit memproduksi leptin sehingga organ-organ reproduksinya mengalami kemunduran seperti ketika masa sebelum puber. Studi menunjukkan, untuk menjalani kehamilan sehat, ibu harus memiliki kadar lemak tubuh 22%, sehingga siklus ovulasi berjalan normal dan peluang hamil jadi optimal.
  2. Ukur LILA atau lingkar lengan atas. Jika kurang dari 23,5 cm, kemungkinan Anda menderita kekurangan energi kronis atau kekurangan gizi yang lama. Janin berisiko  mengalami berat badan lahir rendah (BBLR), pertumbuhan dan perkembangannya terhambat sehingga memengaruhi kecerdasannya. Untuk mengatasinya, ibu perlu perbaikan status gizi lewat konsultasi dengan ahli gizi. Pantau kenaikkan BB janin dengan pemeriksaan kandungan yang teratur.
  3. Pastikan kenaikan berat badan cukup. Calon ibu kurus perlu tambahan kalori. Walau menurut pedoman gizi seimbang, kebutuhan gizi ibu hamil adalah 1900 Kalori ditambah 300 Kalori sehingga menjadi 2200 Kalori, namun untuk ibu kurus sebaiknya ditingkatkan menjadi 2500 kalori. Tujuannya, agar BB naik. Konsumsi makanan berkalori tinggi, namun dalam bentuk segar, seperti makaroni skotel isi daging, susu, keju dan wortel, atau French fries dengan ayam goreng tepung dan selada sayur. Usahakan menambahkan susu, keju dan gula ke dalam menu.
  4. Waspadai anemia. Anemia adalah masalah kesehatan dengan prevalensi tertinggi pada wanita hamil –angka di Indonesia mencapai 70%–  dan wanita bertubuh kurus lebih rentan terkena, karena umumnya mereka mengalami defisiensi zat besi akibat asupan makanan yang kurang.  Anemia saat hamil bisa dicegah dengan mengonsumsi suplemen zat besi –sesuai resep dokter– dan mengonsumsi makan sumber zat besi, seperti  telur, daging-dagingan dan ikan-ikanan.
  5. Keletihan dan sakit. Ibu hamil kurus biasanya mudah letih dan terkena penyakit infeksi. Untuk mencegahnya, bangun daya tahan tubuh dengan cukup istirahat, menjaga pola makan, mengonsumsi suplemen dari dokter, dan teratur periksa kandungan, agar semua gangguan dapat dideteksi.
Baca juga:
Ibu Hamil Kurus
Menjaga Berat Badan Saat Hamil
Menghitung Berat Badan Saat Hamil






Komentar
Input komentar
200 karakter tersedia
* Dengan mengklik tombol "kirim" diatas berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda
Home - Member Area - Contact Us - Privacy Policy & Disclaimer - Site Map
Portal ini berisi informasi yang bersifat umum dan tidak ditujukan menggantikan saran dokter, psikolog, konselor, terapis dan ahli lainnya.
Konsultasikan keluhan atau masalah spesifik anak Anda dan keluarga kepada ahli.
Copyright © 2012 - 2013 Ayahbunda. All rights reserved.
Dilarang menyalin, mempublikasikan dan mengutip sebagian atau seluruh isi portal tanpa seizin Ayahbunda.
Tampilan terbaik gunakan IE 7+ / Mozilla Firefox 3+