I Daftar Baru I I
Tips
Tahap pertama persalinan
Anda akan merasakan dan mengenali kontraksi persalinan yang sesungguhnya, biasanya terjadi setiap 15-20 menit sekali. Keluar lendir di celana dan ketuban bisa pecah atau rembes. Bersiaplah untuk pergi ke rumah sakit, tunggu dan tetap tenang.

Apa yang terjadi?
  • Kontraksi sesungguhnya. Kini Anda bisa merasakan dan mengenali kontraksi persalinan sesungguhnya. Rasanya mirip kejang saat haid. Awalnya kontraksi berlangsung 30 detik dengan jarak teratur, setiap 15-20 menit sekali. Seiring kian dekat proses persalinan, kontraksi berlangsung semakin lama, sering dan kuat. Setiap kali kontraksi, serabut otot rahim memendek. Akibatnya, leher rahim tertarik ke atas. Penarikan  “memaksa” leher rahim membuka mulut makin lebar. Itulah yang disebut dilatasi leher rahim atau pembukaan. Tahap pertama persalinan adalah saat leher rahim meregang dan membuka, berlangsung rata-rata 8-10 jam, ada juga yang hingga 24 jam.  
  • Ada lendir di celana. Lendir kemerahan atau kecokelatan keluar dari vagina mendahului atau bersamaan dengan kontraksi. Itulah lendir yang semula “menyumbat” leher rahim sejak awal kehamilan. Kini ia  terdorong keluar oleh kontraksi.
  • Ketuban bisa pecah/rembes. Umumnya ketuban pecah pada akhir tahap pertama persalinan. Cairan ketuban berwarna putih keruh (mirip air kelapa muda) sebab bercampur lanugo (rambut halus pada janin)  dan verniks caseosa (lemak kulit bayi). Berbeda dengan air seni, jumlah cairan banyak dan tidak bisa distop.
Lakukan ini:
  • Alihkan rasa sakit kontraksi dengan melakukan hal yang membuat relaks dan mengalihkan perhatian, misalnya menonton film, membaca buku atau mandi air hangat.
  • Pergi ke rumah sakit sekarang,  apalagi bila ketuban sudah pecah dan jarak waktu antar kontraksi sudah 5 menit sekali.  Dokter atau bidan akan memeriksa kondisi Anda dan bayi,  dan memastikan apakah proses persalinan sudah  dimulai dan  berapa pembukaan.  
  • Bahas rencana persalinan, termasuk pelaksanaan IMD (Inisiasi Menyusu Dini).  
  • Tunggu dengan tenang.  Berjalan-jalan di sekitar kamar, berbaring setengah duduk, miring ke kiri agar aliran darah ke rahim lebih baik,  atau memraktikkan tehnik bernapas saat kontraksi semakin kuat... Ikuti saja insting dan apa yang “diperintahkan” tubuh.  Minta obat pereda nyeri kepada dokter? Boleh!
Baca:
Masa peralihan
Tahap kedua persalinan
Tahap ketiga persalinan
Menghadapi Minggu Terakhir Kehamilan




Komentar
Input komentar
200 karakter tersedia
* Dengan mengklik tombol "kirim" diatas berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda
Home - Member Area - Contact Us - Privacy Policy & Disclaimer - Site Map
Portal ini berisi informasi yang bersifat umum dan tidak ditujukan menggantikan saran dokter, psikolog, konselor, terapis dan ahli lainnya.
Konsultasikan keluhan atau masalah spesifik anak Anda dan keluarga kepada ahli.
Copyright © 2012 - 2013 Ayahbunda. All rights reserved.
Dilarang menyalin, mempublikasikan dan mengutip sebagian atau seluruh isi portal tanpa seizin Ayahbunda.
Tampilan terbaik gunakan IE 7+ / Mozilla Firefox 3+