Merasakan situasi depersi paska melahirkan yang sering disebut dengan ‘baby blues’ memang tidak mudah melaluinya. Sebetulnya apa yang sedang terjadi pada sebagian ibu yang mengalaminya? Tak sebatas baby blues. Situasi
baby blues biasanya berlangsung 4-5 hari setelah ibu melahirkan. Lewat dari periode tersebut, biasanya ibu sudah bisa menyesuaikan diri dengan aktivitas dan perannya sebagai ibu baru. Bila situasi itu terus berlanjut hingga hitungan minggu, bulan bahkan sampai setahun, bisa dipastikan ibu baru tersebut mengalami depresi paska melahirkan. Situasi ini harus segera datasi karena bisa berdampak buruk bagi diri sendiri, bonding dengan bayi, dan kemesraan bersama suami.
Segera atasi! Meski tak semua ibu baru mengalaminya, namun situasi depersi paska melahirkan ini bisa membawa banyak dampak negatif jika tidak segera diatasi. Dukungan, bantuan dan perhatian suami dalam situasi ini akan sangat membantu. Jika memang diperlukan, suami dapat mengajak psikiater agar penanganan lebih tepat. Dan ibu yang mengalami depresi agar segera membangkitkan semangat dalam diri dan melawan sikap pesimis. Segeralah beradaptasi dengan bayi, jangan terlena dengan perasan sedih apalagi tenggelam dalam pikiran ‘saya seorang diri merawat bayi.’
Stop depresi dengan: - Tidak membiarkan diri dalam kesedihan terus menerus atau tak berdaya.
- Tetapkan hati bahwa Anda bisa merawat dan mengasuh bayi Anda.
- Yakinkan diri Anda tidak sendirian. Ada suami dan anggota kelurga lain siap membantu.
- Tak perlu lagi ragu berkonsultasi atau minta bantuan tenaga ahli.
- Jika depresi berlanjut, tak perlu ragu bertanya soal obat antidepresan yang mungkin diberikan dokter. Pastikan obat tersebut aman bagi kondidi Anda saat ini, terutama bila Anda masih menyusui.
Baca:
Ibu Baru, 7 kiat lolos Dari Jebakan StresTips Raih "Me Time" Untuk Ibu Baru Tips Pengendalian Diri Ibu BaruKiat Tumpahkan Cinta Pada Bayi