Para ahli perkembangan anak, menghubungkan bermain dengan proses mematangkan keterampilan balita. Jenis permainan yang dimainkan pada usia yang tepat dapat menstimulasi pertumbuhan bayi secara optimal.
Usia 0-2 bulan
Bayi cenderung belum menguasi gerakan motoriknya. Walau begitu ia sudah dapat mengeksplorasi lingkungan melalui indera penglihatan dan pendengaran.
Dapat memandang 20-25 cm darinya.
Tertarik benda berwarna terang dan dalam warna kontras.
Dapat mengikuti arah gerak benda yang relative pelan.
Tertarik bunyi lembut dan suara musik, dan dapat menengok mengikuti arah bunyi.
Optimalkan dengan:
Mainan yang dapat berbunyi: Kotak musik, genta angin atau rattle (kerincingan).
Mainan bergerak: mainan gantung.
Mainan perangsang sensori bayi: soft toys.
Mainan merangsang indera penglihatan: buku kain warna cerah.
Usia 3-6 bulan
Kemampuannya makin berkembang pesat.
Refleks genggamnya mulai berkuirang sehingga ia senang bereksplorasi dengan jemari dan tangannya, menggapai benda yang ingin diraih, dan menggenggam.
Mulai dapat berguling dan bermain sambil tengkurap.
Mulai melihat detil obyek atau benada berbeda.
Menggunakan mulut sebagai dalah satu cara mengeksplorasi benda.
Optimalkan dengan:
Boneka beruang: diraih dan dipleuk sebagai teman tidur.
Playmat: untuk area ia bermain sambil tengkurap.
Mainan karet yang dapat berbunyi: melatih daya genggam dam efek kejutan yang menyenangkan ketika berbunyi.
Teether warna cerah: stimulasi eksplorasi.
Boneka jari: merespon aktivitas yang ditujukan padanya.
Riset Boston University menunjukkan bahwa anak lebih cepat membalas perlakuan buruk dibanding menunjukkan rasa terima kasih, sehingga respons defensif ini kerap disalahartikan sebagai sifat pendendam.... read more