Cup.. Cup.. Jangan Menangis, Sayang..
Kedatangan satu anggota keluarga lagi di dalam rumah tentunya menambah keceriaan dan juga keramaian. Ramai? Ya, karena pastinya tangisan bayi akan sering terdengar di rumah. Kalau Anda bisa mengartikan tangisannya, maka Anda pastinya bisa mengatasinya dengan cepat dan tepat!
Tangisan bayi memang luar biasa! Tangisan bayi ternyata memiliki peran vital dalam usaha memertahankan hidupnya. Dengan menangis, paru-paru bayi belajar bernapas. Paru-parunya harus belajar menerima, menyaring, dan menyalurkan oksigen yang didapatnya dari udara bebas.
Selain itu, hanya melalui tangisanlah bayi bisa berkomunikasi. Dalam minggu-minggu pertama, tangisan bayi bisa jadi merupakan protes atau panggilan darurat karena ia benar-benar butuh pertolongan Anda. Berikut beberapa tangisan yang perlu Anda kuasai:
- Lapar. Perut bayi baru lahir memang tidak bisa diisi terlalu banyak, padahal ASI lebih mudah dicerna. Tidak heran jika hampir setiap 2 jam sekali bayi akan menangis karena lapar.
- Sakit. bayi menangis terus? Bisa jadi itu karena hidungnya tersumbat akibat flu, perut kembung, kolik, atau demam. Periksa juga suhu tubuhnya jika wajahnya agak pucat, dan periksakanlah ke dokter.
- Popok basah/kotor. Ada bayi yang selalu risih jika popoknya basah atau kotor karena tinja, sehingga ia akan langsung 'berteriak'. Coba periksa popoknya, dan segera ganti dengan yang bersih jika popoknya kotor.
- Gampang kaget. Jika bayi terlihat selalu tegang dan tidak bisa tenang pada minggu-minggu pertamanya, biasanya ia akan gampang menangis begitu kaget karena mendengar suara yang sedikit berisik, diubah posisi tidurnya, diangkat secara mendadak dari boks, digendong tanpa dipeluk erat, atau dimandikan. Bayi baru akan tenang jika ditempatkan di ruangan sepi, hanya ditengok sedikit orang, diajak bicara dengan suara lembut, serta digendong secara perlahan.
- Rewel. Ada pula tangisan yang tidak ada hubungannya dengan kebutuhan bayi. Ia menangis hanya karena bosan, hanya ingin mencari perhatian Anda saja, atau menjelang tidur.
Apapun jenis tangisannya, coba cek semua kebutuhannya. Pastikan bayi merasa nyaman, bahkan ketika ia hanya ingin mencari perhatian Anda. Gendongan dan pelukan yang hangat, itulah yang masih dibutuhkan bayi di minggu-minggu pertama kehidupannya.
Timang-timang.. Anakku sayang..