I Daftar Baru I I
Tanya Jawab: Pup Keras Karena Alergi?

Tanya:

Sejak bayi, anak saya (1 tahun)  tiap kali pup, pupnya keras, kadang sampai anusnya berdarah. Menurut dokter saya, pup keras ini disebabkan kalsium susu yang tidak dapat diserap oleh tubuhnya. Apakah itu benar, dan apakah ada hubungannya  dengan alergi? Karena berdasarkan hasil tes alergi, dia alergi terhadap hampir semua jenis makanan, susu bahkan sabun mandinya.

Apa sebaiknya yang harus saya lakukan? Sampai saat ini, anak saya masih mengonsumsi obat alergi dari dokter. 

Jawab:

Masalah feses yang berat, dan kadang-kadang menimbulkan masalah konstipasi pada sekitar 10% bayi dan anak, memang benar salah satu penyebabnya adalah kalsium susu dalam jumlah yang banyak yang tidak diserap oleh usus. Salah satu cara menghindarinya, berikan susu yang kadar kalsiumnya tidak terlalu tinggi dan tidak mengandung minyak kelapa sawit (palm oil).

Walaupun  dapat disebabkan oleh alergi,  hal ini jarang tejadi. Untuk mengetahui pencetus alerginya, sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter anak atau polikinik alergi anak. Sehingga dapat dilakukan tindakan yang tepat atau tidak menduga-duga.

Untuk sementara, Ibu dapat melakukan:

  • Hindari bahan-bahan yang menyebabkan iritasi pada kulit, misalnya pakaian wool, pengharum pakaian, dan bilas baju sampai bersih.
  • Mandi dengan air yang suhunya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
  • Pakai sabun yang mengandung pelembab dan pH-nya sama dengan kulit bayi.
  • Sebaiknya, tidak perlu menambahkan zat-zat tertentu dalam air mandi. Yang penting air mandi cukup bersih.
  • Jangan memakaikan baju yang terlalu ketat.
     

Komentar
Input komentar
200 karakter tersedia
* Dengan mengklik tombol "kirim" diatas berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda
Home - Member Area - Contact Us - Privacy Policy & Disclaimer - Site Map
Portal ini berisi informasi yang bersifat umum dan tidak ditujukan menggantikan saran dokter, psikolog, konselor, terapis dan ahli lainnya.
Konsultasikan keluhan atau masalah spesifik anak Anda dan keluarga kepada ahli.
Copyright © 2012 - 2013 Ayahbunda. All rights reserved.
Dilarang menyalin, mempublikasikan dan mengutip sebagian atau seluruh isi portal tanpa seizin Ayahbunda.
Tampilan terbaik gunakan IE 7+ / Mozilla Firefox 3+