Tips Merawat Anak yang Terkena Cacar Air

Cacar air yang sangat menular dan disebabkan virus varisela zoster ini menyerang kulit dengan membentuk luka yang berisi cairan. Bagaimana merawat anak yang terkena cacar air?
  • Segera ke dokter untuk memastikan anak menderita cacar air atau bukan.
  • Perawatan penderita sebaiknya dilakukan oleh orang yang sudah pernah terjangkit cacar air. Biasanya, penderita yang sudah terkena cacar air akan kebal terhadap penyakit tersebut.
  • Anak boleh ditemui, tetapi jangan terlalu dekat jaraknya, sehingga napasnya tidak terhirup.
  • Pisahkan barang-barang yang digunakannya, seperti baju, handuk, piring, gelas, sisir, atau peralatan lain. Bersihkan peralatan tersebut secara terpisah. Tempatkan pula penderita dalam tempat tidur terpisah, ganti seprai setiap hari.
  • Jaga kualitas dan kuantitas makanan anak. Beri makanan yang tinggi kalori dan protein, juga makanan sumber vitamin dan mineral.
  • Istirahat yang cukup. Jangan biarkan anak keluar rumah selagi bintil cacar air masih dan terus timbul.
  • Minta anak untuk tidak menggaruk bintil yang gatal. Potong kukunya, atau pakaikan sarung tangan untuk mengurangi akibat garukan. Cairan di dalam bintil sifatnya menular. Selain itu,  jika terjadi  infeksi pada  luka tersebut, penyembuhannya akan lebih sulit, dan meninggalkan bekas (kropeng).
  • Oleskan obat gatal, seperti bedak calamine, untuk mengurangi gatal dan mempercepat proses pengeringan luka.
  • Minta anak mandi dengan sabun antiseptik dan ganti baju setiap hari.  
  • Perhatikan kondisi dan suhu tubuh anak setiap hari. Bila perlu, penderita diberi obat penurun panas  untuk meredakan demam.
  • Waspada kondisi darurat. Segeralah kembali ke dokter bila:
    -    Bintil (vesikel) terinfeksi kuman, misalnya berwarna merah, bengkak, bernanah.
    -    Anak demam tinggi, sakit kepala, muntah, atau gatal yang tidak hilang-hilang, saat bintil-bintil sudah menyebar ke seluruh tubuh dan keadaan anak mulai membaik. 
Pencegahan. Untuk mencegah kemungkinan terkena atau tertular cacar air, dapat diberikan vaksinasi. Kalaupun kena setelah vaksinasi, biasanya tidak sampai parah. 

Vaksinasi sebaiknya diberikan pada usia satu tahun ke atas, karena pada usia ini bayi sudah tak lagi memiliki kekebalan tubuh dari ibunya. Daya lindung vaksin ini bisa mencapai 97%, dan dapat diulang saat anak berumur 5 tahun.




Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

 
 border=
Berat Badan Berlebih
Apakah saat hamil Anda mengalami kenaikan berat badan yang berlebihan?
Ya
Tidak