Karies Gigi pada Anak, Penyebab dan Mengatasinya

 

 Karies, geripis atau gigis pada gigi adalah masalah gigi yang kerap dialami oleh balita. Ini bisa mengakibatkan kerusakan permanen di area gigi. 

Karies umumnya dimulai dari gigi susu. Orang tua kerap mengabaikan karies karena dianggap akan tanggal nanti di usia selanjutnya dan akan tumbuh gigi baru.
Anggapan yang keliru! Karies gigi pada blita tidak boleh diabaikan. 

Penyebab karies
Karies terbentuk dari plak - sisa makanan - pada email gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Plak adalah zat yang melekat dan menutupi gigi, terbentuk ketika bakteri di mulut bercampur dengan makanan, asam, dan air liur. 

Bisa dicegah
Anak balita seharusnya dibiaskan menggosok gigi dua kali sehari. Pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Karena sebenarnya karies dapat dihindari hanya dengan cara menggosok gigi secara teratur dan benar. Karena balita belum bisa menggosok gigi sendiri dengan benar, orang tua harus membantunya menggosok gigi anak setidaknya sampai usia 6 tahun, dan selalu mengontrol kebersihan giginya. Balita yang hanya satu kali sehari menggosok gigi, akan mudah mengalami karies.

Mencegah karies juga bisa dilakukan dengan pola makan yang benar.  Tidak membiasakan anak makan permen, minuman dan makanan tinggi gula. Jangan biasakan anak minum susu dengan dot di malam hari di antara waktu tidurnya. Di usia 2 tahun anak sebaiknya mulai diajak periksa gigi secara rutin minimal 2 kali setahun.

Bila telanjur karies
Karies tidak selalu menimbulkan rasa sakit, sehingga bunda sulit mengetahui apakah si kecil mengalami karies. Tapi bunda harus cepat bertindak bila mendapati anak seperti ini:
- Ada titik hitam pada gigi
- Ada titik putih pada gigi
- Rewel
- Giginya sensitif terhadap makanan dan minuman dingin
- Mulutnya bengkak
- Tidak mau makan
- Lesu

Bawa anak segera ke dokter gigi anak. Dokter gigi bersedia merawat gigi anak usia 1 - 2 tahun bila sudah terlihat ada karies. Gigi akan dibersihkan dan ditambal dengan komposit putih. Gigi susu harus dipertahankan, jangan sampai anak kehilangan giginya terlalu dini. Gigi rusak sejak balita akan merusak gigi tetapnya kelak.

Dokter gigi akan mempertahankan gigi susu karena gigi penting agar anak bisa mengunyah makanannya. Kegiatan mengunyah sangat penting untuk mendukung proses belajar bicara. (IR)

Baca juga:
5 Cara Mengajar Anak Gosok Gigi
5 Trik Cegah Gigi Anak Rusak dan Berlubang
6 Langkah Merawat Gigi Susu

 



Artikel Rekomendasi