Mencegah Balita Terkena Campak

Penyakit yang diakibatkan virus ini sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Sayangnya, sampai saat ini seringkali disepelekan. Padahal, jika sudah tertular dan tidak diatasi dengan baik, bisa berakibat fatal pada balita. Asal tahu saja, sekitar 30.000-an bayi di Indonesia meninggal karena penyakit ini.

Campak memang sangat menular dan virusnya ditularkan melalui saluran pernapasan. Jadi, jika seorang anak yang menderita campak berbicara, bersin atau batuk, maka percikan ludahnya yang mengandung virus dan terhirup masuk ke saluran pernapasan anak lain sudah dapat menularkan campak. Balita dapat menularkan virusnya sejak awal gejalanya muncul,  sampai 3– 5 hari setelah bercak merah di kulitnya tampak.

Masa inkubasi: 4–12 hari.

Gejala:
  • Demam sekitar 3 hari (bisa mencapai 40 ºC), anak menjadi rewel.
  • Batuk.
  • Hidung berair.
  • Mata merah.
  • Bercak merah di kulit yang muncul beberapa hari setelah demam, dimulai dari kepala, ke seluruh tubuh dan terasa gatal. Kadang-kadang, bercak itu tidak muncul ke seluruh tubuh, tapi di dinding dalam mulut, misalnya.  Bercak akan berubah warna dari merah menjadi gelap kecokelatan, lalu hilang.
Komplikasi:
  • Gejala di atas harus segera diobati oleh dokter, karena  dikhawatirkan terjadi komplikasi jika kondisi anak lemah (biasanya akibat kurang gizi). Komplikasi yang mungkin timbul adalah:
  • Kejang-kejang.
  • Diare.
  • Gangguan di selaput otak.
  • Kebutaan.
Penanganan:
  • Pisahkan anak dari kakak atau adiknya, karena penyakit ini sangat menular.
  • Beri obat untuk mengatasi gejalanya. Misalnya, penurun panas untuk mengatasi demamnya, obat penghilang rasa sakit untuk mengatasi  perih akibat  bercak di bagian dalam mulut (seperti sariawan),  atau obat batuk untuk mengatasi batuknya.
  • Beri makanan yang mudah dicerna, agar gizinya tetap tercukupi dengan baik, sehingga daya tahan anak cukup kuat. Selain itu, hindari makanan yang merangsang batuk, seperti gorengan.
  • Usahakan anak beristirahat, agar  dia cepat sembuh dan terhindar dari komplikasi.
  • Jika anak mengalami sesak napas, penurunan kesadaran, kejang,  serta sulit makan, segera bawa ke dokter. 
Pencegahan:
Campak dapat dicegah dengan pemberian vaksin (imunisasi). Untuk itu, imunisasi biasanya diberikan pada usia 6–9 bulan, lalu diulang pada usia 5–6 tahun (ketika  masuk sekolah).  Dengan imunisasi, diharapkan anak tidak akan tertulari campak. Kalau pun tertulari, maka gejalanya tidak terlalu berat.  
 



Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  5 Tanda Autistik   87703   
>  Olahraga Terbaik Ibu Hamil   35613   
>  Dana Pribadi Ibu Bekerja   29182   
>  Mengasuh Anak Autis   21097