Sehatkah Bekal Sekolah Anak?

Sehatkah Bekal Sekolah Anak? Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Umumnya, tidak ada ketentuan khusus bagi para orangtua mengenai bekal apa saja yang boleh dan tidak boleh dibawa oleh balita ke sekolah. Di awal, masuk sekolah, anak bebas membawa bekal favoritnya.

Namun, bukan berarti bebas begitu saja. Orang tua dan balita juga perlu diajarkan tentang makanan sehat. Menyiapkan bekal sekolah yang sehat adalah salah satu cara membentuk pola makan sehat. Mulailah dengan mengenal bekal sekolah favorit balita, apakah sehat atau tidak, berikut ini bisa menjadi panduan Anda dari Dr.Sri Sukmaniah, MSc (PDGMI Jaya, FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta)

  • Junk crackers: biskuit, lapis gula, wafer, stik, wafer.

Kata dokter ahli: makanan yang tinggi gula, zat gizinya tak lengkap, menyebabkan anak cepat kenyang sehingga menekan selera makan. Sesekali boleh sebagai variasi, tapi kombinasikan dengan, misalnya yoghurt yang dicampur irisan buah (stroberi, apel, nanas, pisang)

  • Kue basah: kue lapis, lemper, susu, pastel.

Kata dokter ahli: selain zat gizinya tidak lengkap, tinggi gula (pada kue lapis) dan biasanya dimakan dalam jumlah sedikit. Bekal kue basah harus dilengkapi yoghurt atau buah.

  • Roti isi

Kata dokter ahli: sangat dianjurkan menyajikan roti gandum (whole wheat), karena kaya karbohidrat dan serat. Dapat dibuat sandwich, lengkapi dengan sumber protein hewani, misalnya telur, keju, tumis cincang tuna/daging/ayam, dan sumber protein nabati seperti kacang polong/jagung manis, margarine, dan irisan tomat. Roti isi selai atau cokelat harus dilengkapi yoghurt sebagai sumber protein hewani, dan buah karena kandungan buah pada selai sedikit, lebih banyak campuran agar.

  • Buah: anggur, melon, semangka

Kata dokter ahli: selalu jadikan buah sebagai bekal anak, karena baik sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat. Tapi lengkapi dengan sumber karbohidrat kompleks, protein dan lemak yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang dan kecerdasan anak. Contoh, roti isi tumis tuna cincang dna kacang polong, serta buah.

  • Roti manis

Kata dokter ahli: biasanya mengandung susu, tapi kurang serat, maka lengkapi dengan buah.

  • Mi goreng tanpa sayur.

Kata dokter ahli: tinggi karbohidrat dan lemak, tapi kurang protein dan serat.lengkapi dengan telur, daging, atau ikan sebagai sumber protein, dan irisan sayur, misalnya parutan wortel atau potongan brokoli.

  • Nasi dan ayam goreng.

Kata dokter ahli: makanan ini sudah mengandung sumber karbohidrat (nasi), protein kualitas baik (ayam), dan lemak (minyak goreng). Lengkapi dengan kacang polong/jagung manis, irisan kecil ketimun dan tomat serta buah sebagai vitamin-mineral.

  • Telur acak

Kata dokter ahli: sumber protein berkualitas baik, tapi makan telur saja tidk cukup. Masukkan telur k eroti gandum, atau sebagai isi dari kroket kentang yang juga dicampur irisan sayur (wortel, brokoli, daun bwang, seledri), kacang polong atau jagung manis, baik sekali jika dilengkapi buah.

  • Makanan olahan: nugget, sosis, dimsum, udang.

Kata dokter ahli: fungsi makanan ini mirip telur. Jadi harus dilengkapi zat gizi lain (lihat tentang telur acak). Jika anak menyukainya, usahakan untuk membuat sendiri agar bahan dan bumbunya terkontrol, karena makanan jadi mengandung penguat rasa dan pengawet. Sering memberi makanan semacam itu akan membentuk pola makan yang kurang sehat.

  • Puding/jelly

Kata dokter ahli: kelengkapan zat gizinya tergantung dari bahan puding. Bisa dibuat dengan kombinasi tepung maizena, susu full cream dan campuran irisan buah.

  • Sereal dengan susu

Kata dokter ahli: sangat baik bila dilengkapi buah, misalnya irisan stroberi, untuk melengkapi vitamin dan mineral, warna menarik dan memperkaya rasa.

  • Kacang rebus

Kata dokter ahli: kacang mengandung banyak lemak esensial dan protein nabati, tapi kurang karbohidarat, maka bekal harus dilengkapi dengan bahan makanan sumber zat gizi lainnya. Misalnya, kentang rebus, parutan wortel, dan kacang rebus yang dilepas kulitnya dan diberi sedikit bumbu (garam, bawang putih dan merica) kemudian dikemas daun pisang dan dikukus sebentar.

 Foto/Dokumentasi -Ayahbunda




Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  5 Tanda Autistik   89141   
>  Dana Pribadi Ibu Bekerja   30189   
>  Mengasuh Anak Autis   21523   
>  Kriteria Pengasuh yang Baik   18129