Dominasi Penggunaan Tangan dan Kerja Otak

 

Kecenderungan menggunakan salah satu tangan atau dominasi tangan kanan atau kiri dimulai sejak seorang balita berusia 18 bulan. Tetapi karena perkembangan motorik anak di usia itu sangat pesat, ia nyaris secara aktif menggunakan kedua tangannya bersamaan. Dominasi tangan belum nyata.

Usia 2 tahun. Dominasi tangan baru terlihat jelas di usia 2 tahun. Jika dicermati, anak mulai balita sering menggunakan tangan dominan (kanan atau kiri saja) untuk beraktivitas. Kecenderungan itu semakin jelas di usia 3 tahun. Kecenderungan salah satu tangan lebih aktif dari tangan lain itu bukan kebiasaan, melainkan bakat sejak lahir dan menunjukkan dominasi kerja otak.

Hampir 90 persen manusia di dunia memiliki kecenderungan tangan kanan. Kondisi itu membuat mereka dengan dominasi tangan kiri atau kidal dianggap unik. Apalagi karena di tataran sosial tangan kanan berperang penting, seperti bersalaman, memberi atau menerima benda dari orang lain

Kecerdasan otak. Karena pemahaman tidak tepat tentang cara kerja otak mengoordinasikan bagian tubuh, kita sering keliru memahami kecerdasan otak. Fakta bahwa otak bekerja mengordinasikan bagian tubuh secara berseberangan-otak kiri mengatur bagian tubuh kanan, otak kanan mengatur kerja organ tubuh kiri-membeti stigma bahwa anak dengan dominasi tangan kiri lebih cerdas secara emosi, kerena otak kanan yang mengatur koordinasi anggota tubuh kiri bekerja lebih aktif adalah otak bagian yang mengatur estetika dan emosi. Padahal itu tidak benar! Kerja otak menggordinasikan anggota tubuh, tidak berhubungan dengan kecerdasan omosi atau kemmapuan seni. Hingga kini para neurology belum menemukan data yang menguatkan pemahaman itu.

Bila kedua tangan sama dominan. Dominasi tangan anak yang bisa menggunakan kedua tangannya secara seimbang disebut ambidexterity. Kasus ambidexterity otentik sudah jarang.  Ambidexterity yang dialami oleh orang kidal lebih sering karena dia berusaha mengasah kemampuan tangan kanan untuk digunakan seharu-hari akibat langkanya peralatan orang kidal, seperti pembuka kaleng, gunting, atau keyboard komputer. Banyak tokoh jenius mengidap ambidexterity. Antara lain, Harry Truman mantan Presiden AS, ilmuwan Albert Einstein, penemu Penisillin Alexander Flemming dan dua seniman kelas dunia Leonardo Da Vinci serta Michael Angelo.

Baca:
Menanggapi Dominasi Penggunaan Tangan Balita


 




 



Artikel Rekomendasi