Perkembangan Balita: Mengacau

Perkembangan Balita: Mengacau Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
FOTO: GETTY IMAGES

Belajar berpikir, punya pendapat dan ide, adalah kondisi kognitif balita 2-3 tahun.  Perkembangan berpikirnya memungkinkan mereka punya pendapat dan ide sendiri.


Mereka ingin melakukan segala sesuatu dengan cara mereka sendiri. Bahkan mereka sudah belajar cara mengatakan ‘tidak’ dan  menolak melakukan sesuatu yang tidak disukai. Tapi mereka masih terlalu muda untuk memahami apa dampak perilakunya bagi orang lain. Apa saja yang bisa mereka lakukan? Bagaimana Anda menghadapinya?

1.Mencoret
Saat menemukan krayon, minatnya untuk mencoret-coret kapanpun dan dimanapun bangkit.Bentuk coretannya juga sangat bervariasi, anak bahkan sudah mulai belajar meniru bentuk huruf. Misalnya ‘o’ atau ‘i’. Walau hasilnya membuat Anda pusing kepala, sebenarnya kegiatan ini meningkatkan ketrampilan motorik halusnya dan mengembangkan bakat seninya.Balita pada usia ini melihat kertas putih dan dinding sebagai media yang sama, bisa untuk dicoret.

Cara menghadapinya:
Salurkan dorongan untuk mencoret dan berkreasi dengan membuat pojok seni di salah satu sudut kamar atau ruangan lain.Sediakan lembaran-lembaran kertas dan  alat gambar. Sebarkan juga sebagian kertas di dapur atau tempat-tempat lain agar si kecil bisa melakukan coret-coret. Sebab bila dia tak menemukan kertas, dinding, sofa atau apapun bisa jadi sasarannya.  

2. Menarik Ulur
Gulungan tisu kamar mandi dan gulungan benang, sangat menarik buat anak.Tarik ulur benang dan tisu kamar mandi  sampai habis dan tak bisa lagi diperbaiki.  Sesekali bisa dimaklumi, tapi ketika sering dilakukan bisa  membuat Anda frustasi karena harus membuang seluruh tisu yang diulurnya. Benang menjadi kusut tak dapat diurai. Kegiatan ini sebenarnya penanda kemampuan motorik halusnya berkembang dengan baik. Ia bisa menggenggam benda-benda yang ringan bahkan tipis.

Cara menghadapinya:
Usahakan agar pintu kamar mandi selalu tertutup. Bila Anda tak ingin kamar mandi selalu tertutup, pindahkan wadah tisu gulung ke tempat yang tinggi dan tak dapat dijangkau anak.  Untuk meminimalkan kekacauan, isi kotak tisu dengan beberapa helai saja.

3. Memakai Baju Terbalik
Balita usia dua tahun mulai mengekspresikan ketertarikannya pada pakaian bahkan berusaha melepaskan atau mengenakan  baju sendiri. Terkadang ngotot memakai baju terbalik dan tak sesuai dengan acara. Aktivitas ini pada dasarnya melatih kemampuan koordinasi dan juga kepercayaan dirinya. Selain itu, ia sangat bersemangat mempraktekkan otoritasnya untuk memilih.

Cara menghadapinya: saat si kecil menolak berganti baju yang tak sesuai dengan acara, coba beri pilihan tiga pasang, kemudian minta dia memilih satu pasang yang paling dia ingin kenakan.   Untuk mengurangi kekacauan saat memilih baju, siapkan sebuah keranjang untuk meletakkan baju-baju bersih yang sudah ditarik dari lemari namun tak jadi dipakai oleh si kecil. Pastikan pakaian si kecil tidak berkancing dan ritsluiting.

4.Mencemooh orang lain
Perbendaharaan kata balita usia 24 bulan ke atas semakin meningkat. Sedikitnya 300 kata sudah ia pahami. Ia mulai dapat bercerita dan mulai bertanya-tanya secara detail tentang segala hal dan kata-kata baru yang didengarnya.Termasuk berceloteh kurang sopan pada orang lain. Misalnya, “Ih, dia gendut banget..”  

Cara menghadapinya: Anda tak perlu  membentak saat balita berceloteh kurang sopan. Ajak dia menyingkir dari dekat orang yang dia bicarakan, ajak dia bicara dan berita pengertian bahwa apa yang ia katakan bisa menyinggung orang lain. Minta anak berjanji tak mengulangnya lagi. Balita usia ini sudah bisa mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian.

5.Meniru mimik muka
Balita sudah mulai bicara dan mulai menunjukkan mimik wajah sambil memahami setiap frasa kata yang Anda ucapkan. Bahkan ia mulai mengimitasi orang lain yang  tidak dikenalnya saat berjumpa di supermarket. Saat meniru mimik itu balita seakan mengejek
padahal ia hanya meniru saja untuk belajar mengungkapkannya secara benar. Melihatnya menirukan bisa membuat Anda merasa takut namun juga senang.

Cara menghadapinya: pertama-tama berhentilah mengucapkan kata makian di hadapan si kecil jika Anda biasa melakukannya. Bila anak meniru Anda, jangan langsung diredam  karena fase ini sangat penting untuk proses perkembangan kemampuan bahasanya. Jika saat ia mengimitasi membuat orang lain tersinggung coba untuk memberi pengertian padanya dengan harapan anak menurunkan volume suaranya.




Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  Seni Memberi Nama Anak   38088   
>  Buang Stres Saat Hamil!   24225   
>   Penularan AIDS Pada Bayi   20507   
>  2 Jenis Senyum Bayi   17577   
>  Balita Hobi Tampil   11053   

 
 border=
Susu Kehamilan
Apakah Anda mengonsumsi susu khusus ibu hamil, sebelum hamil?
Ya
Tidak