Merawat Bayi, Semua Ada Durasinya.

 



Agar tak terlalu sebentar, jarang dan terlalu lama, inilah durasi aktivitas bayi yang perlu Anda ketahui.

Merespon tangis

Mendengar bayi menangis, ‘bawaanya’ adalah ingin segera menghampiri dan menenangkannya. Namun ternyata,  membiarkan bayi menangis sampai puas tidak masalah dan bahkan membuat tidurnya lebih nyenyak. Intinya, Anda perlu  melatih bayi untuk mengendalikan tangisnya sendiri, sampai ia puas dan akhirnya tertidur dengan sendirinya karena proses tersebut akan membuatnya lebih tenang.

Para ahli dari University of Melbourne, Australia  menyebutnya sebagai teknik controlled crying atau tangisan yang terkontrol. Pelaksanaannya juga harus bertahap, misalnya dibiarkan selama dua menit pada hari pertama, lalu lima menit di hari kedua, sepuluh menit di hari ketiga dan seterusnya. Setiap malam, tambahkan waktu yang ditentukan hingga akhirnya Anda tidak perlu lagi ‘mengintip’ ke dalam kamar anak.

Teknik lainnya adalah dengan mendampinginya saat sedang menangis. Oleh para ahli, teknik ini dinamakan camping out karena orangtua hanya perlu duduk sambil melatih bayi untuk mengontrol tangisannya sendiri sampai kelelahan dan akhirnya tertidur. Namun Anda perlu memastikan, bayi Anda bukan karena tersedak, terbentur sesuatu yang keras, atau tertusuk benda tajam.




Menyendawakan

Sendawa merupakan upaya alami untuk mengosongkan lambung dari udara berlebihan. Udara ini umumnya turut tertelan bersama dengan ASI saat bayi menyusu. Makin banyak udara yang masuk,  makin kembunglah perutnya. Bayi pun jadi rewel, bahkan muntah karena udara dan makanan sudah banyak bercampur di dalam lambung.

Itulah perlunya menyendawakan bayi seusai menyusu. Bahkan, untuk bayi yang pencernaannya kurang bagus, sendawakan kembali seusai 10 hingga 20 menit atau setengah jam kemudian.
 
Sendawakan bayi setiap saat setelah selesai menyusu atau setiap kali akan berganti posisi atau peralihan dari satu payudara ke payudara lain. Jika ia mulai tidak rewel saat disusui, berhentilah sekitar 10 hingga 20 menit) dan untuk menyendawakannya dulu. Jika Anda memberikan ASI melalui botol, sebaiknya bayi disendawakan setiap ia menghabiskan 60 hingga 90 ml ASI.




Tidur

Bayi memiliki kebiasaan tidur yang berbeda yang dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya adalah berdasarkan usia dari bayi. Di usia awal kelahirannya, bayi tentu memiliki jam tidur yang paling lama. Kemudian,  seiring usia bertambah, bayi mulai mengurangi jumlah jam tidurnya. Selain itu,  kebiasaan yang diterapkan oleh orangtua berkaitan dengan jam tidur, juga menjadi faktor penentu kebiasaan tidur.

Berikut  adalah gambaran umum,  mengenai jumlah rata-rata jam tidur bayi berdasar usia:
1. Usia bayi 1 hingga 4 minggu: waktu tidur berkisar 15 - 16 jam per hari
2. Usia bayi 1 hingga 4 bulan: waktru tidur berkisar 14 - 15 Jam per hari
3. Usia bayi 4 hingga 12 bulan: waktu tidur berkisar 14 - 15 Jam per hari



Menjemur

Menjemur bayi agar terpapar sinar matahari pagi selama ini dianggap membantu proses penguraian bilirubin pada bayi  yang terkena kuning atau disebut jaundice. Dengan dijemur, diharapkan akan membantu pembentukan senyawa bilirubin yang larut dalam air, sehingga dapat dikeluarkan melalui air seni maupun kotoran bayi. Menjemur bayi di pagi hari juga dianggap bermanfaat membantu mengubah provitamin D menjadi vitamin D.

Namun,  menurut  penelitian Katherine Barber, CLEC, Direktur African American Breastfeeding Alliance, Baltimore, AS,  bayi sebetulnya tidak membutuhkan paparan sinar matahari yang banyak untuk membentuk vitamin D. Apalagi dengan kondisi lapisan ozon saat ini. Untuk membentuk vitamin D sesuai kebutuhan tubuhnya, bayi cukup dijemur selama total 30 menit dalam seminggu  dan sehari cukup dijemur tidak lebih dari 5 menit dan harus dilakukan sebelum pukul 08:00. Bayi dijemur dengan memakai baju, jangan dibiarkan telanjang. Pasalnya,  kulit bayi lebih tipis sekitar 40% hingga 60%.




Memandikan

Mandi bermanfaat untuk membersihkan tubuh bayi  dari kotoran, seperti urin, feses, keringat, air liur, sisa makanan, yang dapat mengiritasi kulitnya. Jika bayi Anda dalam keadaan sehat, mandikan dua kali sehari. Namun,  saat ia  sakit, bersihkan tubuhnya dengan cara diseka dengan air hangat. Lantas, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memandikan bayi? Sebaiknya memang jangan terlalu lama, cukup lima hingga sepuluh menit saja.

Gunakan air hangat dengan suhu 36 hingga 37 derajat Celcius, ukur suhu menggunakan termometer atau celupkan siku Bunda untuk mengecek agar air setara dengan suhu badan manusia. Isi bak mandi bayi dengan air sedalam maksimum 15 cm.



Memijat

Pijatan lembut akan membuat bayi mudah tidur, berselera makan dan melancarkan sirkulasi darah. Agar pelaksanaannya aman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memijatnya.

• Lamanya memijat maksimal adalah 20 menit dan di setiap  mana setiap bagian tubuh dilakukan minimal tiga kali pijatan.

• Usahakan memijat dengan menggunakan minyak alami seperti ekstrak atau sari minyak yang berasal daru tumbuhan atau buah.

• Pijat anak setelah ia dimandikan. Pasalnya, suhu tubuh bayi akan meningkat dan pori-porinya lebih terbuka usai dipijat. Jika Bunda memandikan bayi seusai dipijat, maka kemungkinan besar ia akan masuk angin dan sakit.

• Jangan memijat bayi ketika ia sedang tidak fit, selalu cek suhu tubuh bayi sebelum dipijat. Suhu tubuh bayi yang aman adalah di bawah 37,5 derajat Celcius.



Durasi Menyusui

Sebagai seorang ibu, pasti Anda ingin memberikan yang terbaik untuk tumbuh kembang  anak. Salah satunya dengan memberikan ASI eksklusif pada bayi Anda. Durasi yang diperlukan dalam satu sesi adalah sekitar 20 hingga 25 menit pada tiap payudara. Jika Anda telah menyusui dengan payudara kanan pada sesi sebelumnya, maka dianjurkan untuk menukar posisi dengan payudara kiri pada sesi berikutnya.

Pada saat bayi Anda berusia dua hingga enam minggu, mereka cenderung memerlukan lebih banyak asupan ASI. Mereka dapat minum delapan sampai 12 kali dalam sehari. Sedangkan pada bayi  usia tiga hingga enam bulan,  tidak akan menyusu sesering sebelumnya. Lambat laun, jarak antar minum ini akan bertambah jarang dengan tumbuhnya bayi, hingga dua hingga tiga jam sekali. Namun, jika tiba saatnya bayi mengalami lonjakan pertumbuhan (growth spurts) -saat bayi berusia tiga minggu, enam minggu, tiga bulan, dan enam bulan- bayi akan meminta ASI setiap setengah jam sekali, kurang lebih selama tiga hari.



Durasi Penggunaan Popok

Patokan durasi pengguanaan popok sekali pakai adalah  bagaimana menjaga kulit bayi tetap kering dan bersih. Sensitivitas kulit akan mengikuti iklimnya. Di  udara dingin, biasanya intensitas BAK bayi semakin sering.

Di siang hari bayi punya durasi lima hingga enam jam sekali untuk penggantian popoknya. Namun,  di malam hari jauh lebih panjang karena frekuensi BAK bayi akan berkurang. Jadi, Anda bisa menggantinya delapan jam sekali.

Idealnya popok sekali pakai hanya menampung sebanyak tiga kali BAK. Setiap satu jam sekali usahakan untuk mengecek popok. Jika anak BAB, segera ganti popoknya saat itu juga untuk menghindari terjadinya iritasi dan ruam.

KONSULTASI dr. Desiyana Nurhayati, SpA., dari RS. Zahirah, Jakarta.

(CA/ERN)

 



Artikel Rekomendasi

post4

Tips Mengatur Pola Tidur Bayi

Pola tidur bayi baru lahir kadang-kadang memang agak aneh. Bayi bisa tidur seharian di siang hari dan bolak-balik bangun di malam hari. Atau, siang malam maunya tidur terus, hanya benar-benar bangun s... read more