Cara Aman Makan Telur

 

Kebutuhan protein saat hamil meningkat 11%. Calon ibu dapat memenuhinya dengan mengonsumsi 60 gram daging, telur, keju atau susu. Telur adalah salah satu sumber protein yang paling dapat diolah menjadi beragam variasi makanan untuk ibu hamil.

Untuk mengonsumsi telur selama hamil, lakukan beberapa langkah seputar pemilihan telur segar dan tips menjaga kebersihan. Dengan cara yang aman, maka asupan protein bersumber dari telur tercukupi dan calon ibu terhindar dari kontaminasi bakteri.

Tips menyimpan:
  • Pilih telur yang segar, kulitnya tidak retak. Telur yang kulitnya utuh bebas dari kontaminasi bakteri yang berasal dari kotoran ayam.
  • Sebelum menyimpan di dalam kulkas, bilas telur terlebih dulu dengan air mengalir untuk menghindari bakteri telur mencemari isi kulkas.
  • Cuci bersih tangan dan semua peralatan setelah Anda mencuci dan menyimpan telur. Ini menghindarkan calon ibu dari penyakit akibat bakteri, misalnya infeksi.
  • Simpan telur mentah di rak khusus dalam lemari pendingin.

Tips mengonsumsi:

  • Konsumsi telur dalam keadaan benar-benar matang. Anda dapat mengolah telur dengan merebus atau menggoreng (misalnya, dadar telur atau telur mata sapi). Hindari mengonsumsi telur setengah matang (di dalam bagian yang setengah matang bisa jadi bakteri belum mati), karena ibu hamil rentan.
  • Segera konsumsi telur setelah matang! Selain mengonsumsi telur dalam keadaan hangat lebih nikmati, telur matang yang lama dibiarkan di suhu ruang akan kehilangan sebagian zat gizi.
  • Apabila muncul gejala alergi (bercak merah di kulit, bisul, dan gatal-gatal)setelah mengonsumsi telur, hentikan sejenak konsumsi telur. Konsultasikan kepada dokter untuk memastikan pencetus alergi adalah telur. Lalu cari sumber protein lain yang dapat mencukupi kebutuhan protein Anda.  (me)

 



Artikel Rekomendasi