Alat Bantu Kelahiran Vakum

Alat Bantu Kelahiran Vakum Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Ada kalanya dokter memutuskan menggunakan alat bantu vakum saat membantu kelahiran secara normal. Berikut ini penggunaan alat bantu kelahiran vakum 

Pada penggunaan alat vakum, trauma hanya terjadi di daerah kepala bayi. Selain caput succedanium atau tonjolan pada kulit kepala, kalau tarikan atau tekanannya terlalu besar, maka dikhawatirkan ada pembuluh darah kecil yang putus saat vakum dilepas. Bila hanya caput succedanium yang terjadi, hal ini biasanya akan kembali normal dalam dua atau tiga hari. Proses ini bisa dipercepat bila kepala bayi tidak diangkat-angkat. Pemasangan vakum yang benar adalah benar-benar di puncak kepala bayi yang posisinya menunduk. Jadi, lebih dekat ke ubun-ubun kecilnya.

Pada vakum, ada yang ujung penyedotnya berbentuk mangkuk terbuat dari bahan logam dan ada yang terbuat dari bahan yang elastis semacam karet. Yang logam biasanya lebih datar daripada yang karet. Prinsip kerja vakum adalah menciptakan udara kosong di permukaan yang menempel pada kepala bayi, sehingga kepala bayi bisa diputar lalu ditarik perlahan-lahan keluar. Tekanan yang biasa digunakan adalah minus 0,5 atau 0,6 kg per cm persegi.

Masalah yang bisa terjadi pada penggunaan vakum adalah bila mangkuknya lepas, atau bocor. Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan waktu kita memasang alat vakum adalah tidak boleh ada bagian ibu, misalnya sebagian vagina, yang ikut terjepit, sehingga saat ditarik akan robek. Umumnya, kalau pembukaan sudah lengkap, hal ini tidak terjadi. Bila pada penggunaan forceps tenaga ibu dialihkan sepenuhnya ke tenaga penolong, maka pada penggunaan vakum kita masih butuh tenaga ibu. Jadi, pada vakum, tarikan dimulai bersama-sama dengan kontraksi sambil ibu mengejan.

Untuk mengurangi risiko yang timbul akibat penggunaan forceps atau vakum, syarat pemasangannya dibuat lebih ketat. Bila dulu dikenal istilah forceps atau vakum tinggi, tengah dan rendah, maka kini yang tengah dan tinggi tidak dilakukan lagi. Jadi, yang sekarang dilakukan adalah forceps atau vakum rendah di mana kepala bayi sudah mau keluar atau sudah kelihatan. Bila dilakukan forceps rendah, tangan dari penolong persalinan bisa memegang kepala bayi lebih baik.

Selain itu, terjadinya robekan pada vagina, bahkan sampai ke mulut rahim, bisa diminimalkan risikonya. Bila dilakukan vakum rendah maka risiko perdarahan di bawah selaput otak, atau bahkan dalam otak, yang disebabkan oleh perbedaan tekanan menjadi lebih kecil. Jadi, sekarang ini syarat-syarat yang harus dipenuhi sudah diperketat, sehingga penggunaan alat bantu persalinan lebih aman, baik untuk ibu maupun bayi. 


Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  5 Tanda Autistik   89553   
>  Dana Pribadi Ibu Bekerja   30457   
>  Mengasuh Anak Autis   21645   
>  Kriteria Pengasuh yang Baik   18348