Persiapan Kelahiran Bayi Kembar Prematur

Persiapan Kelahiran Bayi Kembar Prematur Ayahbunda.co.id
Image by : Fotosearch
Risiko yang mungkin terjadi pada persalinan prematur, akan meningkat pada kehamilan kembar. Selain risiko lahir prematur, bayi kembar juga berisiko memiliki berat badan lahir rendah atau kurang dari 2500 gram.

Adanya risiko-risiko tersebut mau tak mau akan menambah risau perasaan Anda, sang calon ibu. Berikut untuk membantu meringankan perasaan Anda.
  • Galang dukungan, misalnya dari suami dan keluarga tercinta, teman dekat, serta dari dokter dan perawat yang Anda percaya dan yakin akan melakukan yang terbaik bagi Anda dan calon buah hati.  
  • Gali informasi sebanyak mungkin, misalnya berkonsultasi secara intensif dengan dokter, tentang  kemungkinan persalinan yang akan Anda jalani dan prosedur pelaksanaannya, termasuk risiko yang menyertainya. Lakukanlah hal ini jauh-jauh hari agar Anda punya cukup waktu untuk mempertimbangkannya, dan mengambil keputusan yang terbaik sebelum tiba hari-H persalinan.   
  • Ikutilah semua saran kesehatan bagi kehamilan dan persalinan kembar  agar pertumbuhan janin optimal dan berat badan lahir lebih tinggi, serta memperkecil semua risiko yang mungkin muncul. Misalnya, dengan menghindari diri dari bepergian jauh dan berhubungan seks setelah usia kehamilan 30 minggu. Cairan sperma mengandung zat  prostaglandin yang bisa masuk ke dalam vagina dan menyebabkan kontraksi pada rahim.
  • Cari dan pilihlah rumah sakit  yang memiliki fasilitas NICU (neonatal intensive care unit) karena  bayi prematur membutuhkan perawatan yang berbeda dari bayi yang lahir cukup bulan.  Semakin muda usia bayi prematur, semakin besar risikonya mengalami gangguan kesehatan.
  • Mempersiapkan darah atau donor darah yang golongannya sama dengan golongan darah ibu. Risiko lain yang menyertai persalinan kembar adalah perdarahan.  Perdarahan dapat terjadi dalam 24 jam pertama atau  sesudahnya. Normalnya tidak lebih dari 500 cc. Penyebabnya antara lain terlepasnya sebagian plasenta dari rahim, perlukaan jalan rahim, atonia uteri (tidak adanya kontraksi rahim) dan kelainan proses pembekuan darah.




Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda