Aksi Cuci Tangan Sedunia

Sejak tahun lalu, UNICEF menetapkan hari ini (15/10) sebagai Hari Cuci Tangan Sedunia. Melalui kampanye ini, UNICEF ingin mengingatkan seluruh masyarakat akan pentingnya cuci tangan dengan air dan sabun sebagai salah satu tindakan untuk menjaga kesehatan yang paling efektif dan murah.

Menurut laporan Situasi Anak-anak Dunia tahun 2009 UNICEF, hanya separuh penduduk Indonesia yang memiliki akses kepada sanitasi yang memadai. Bahkan di pedesaan hanya sekitar sepertiganya saja yang memiliki akses tersebut, sehingga mereka rentan terhadap diare dan penyakit yang ditularkan melalui air. Departemen Kesehatan memperkirakan hanya 23% rumah tangga yang memiliki kebiasaan mencuci tangan dengan sabun.

Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia, Angela Kearney, mengatakan, “Mencuci tangan dengan air dan sabun terutama pada saat-saat penting, yaitu setelah buang air dan sebelum memegang makanan membantu mengurangi risiko terkena diare lebih dari 40 persen dan infeksi saluran pernapasan hampir 25 persen.” Selain itu, cuci tangan dengan sabun juga dianjurkan sebagai cara ampuh untuk mencegah penyebaran virus flu H1N1.

Melibatkan masyarakat.
Dengan slogan 'Tangan Bersih Selamatkan Kehidupan', kampanye peringatan hari cuci tangan sedunia yang kedua ini, melibatkan murid-murid sekolah sebagai agen perubahan yang efektif. Pengenalan air bersih, sanitasi dan kebersihan di sekolah, termasuk cuci tangan dengan sabun adalah pintu gerbang bagi bagi anak-anak untuk memahami dan kemudian membawa praktik kebersihan ini ke rumah dan masyarakatnya.

Pukul 7 pagi ini di Jakarta, Departemen Kesehatan secara resmi telah melepaskan gerak jalan dan pawai yang berawal dari kantor PP Muhammadiyah, sementara acara berikutnya akan diselenggarakan oleh PT Unilever Indonesia, siang hari ini. Di Nusa Tenggara Timur, serangkaian kegiatan untuk mempromosikan cuci tangan diadakan dengan melibatkan murid-murid sekolah dan anak muda.

Berbagai kegiatan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya cuci tangan, juga diadakan di Sulawesi Selatan. Wakil gubernur Sulawesi Selatan langsung memimpin praktik cuci tangan masal bersama dengan murid-murid sekolah dasar di kabupaten Takalar. Sementara itu, Pemerintah Aceh dengan dukungan UNICEF dan Muslim aid akan menyerahkan sejumlah sumur gali di tiga sekolah sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan akses terhadap air bersih di sekolah.

Melalui anak-anak sekolah, kampanya aksi cuci tangan ini diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan di sekitarnya. Dengan demikian, kesadaran masyarakan akan pentingnya menjaga kebersihan diri dapat ditingkatkan, serta juga mampu meningkatkan angka partisipasi, kehadiran dan retensi di sekolah untuk anak-anak. Ayo kita cuci tangan!

Angela Wika C. K
– Redaksi Ayahbunda.co.id



Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda