Makan Makanan Berwarna

 

Masing-masing warna dalam bahan makanan alami punya kandungan nutrisi yang berbeda. Misalnya warna hijau pada sayuran mengandung lutein, vitamin dan mineral yang baik untuk menjaga kekebalan tubuh. Atau warna merah pada jambu, anggur dan semangka yang mengandung lycopene dapat membantu melindungi tubuh dari serangan virus.

Tanpa warna, makanan memang tidak memiliki daya tarik untuk disantap terutama di mata anak. Namun jika warna yang ada dihasilkan oleh zat pewarna makanan buatan, Bunda harus teliti dan cerdas, karena pewarna buatan tidak sepenuhnya aman.

Perjalanan warna. Bahan pewarna untuk makanan sebenarnya terbagi dalam dua jenis:
  • Pewarna  alami aman digunakan. Bisa diperoleh dari ekstrak pigmen tumbuh-tumbuhan. Seperti, kunyit sebagai pewarna alami kuning, daun suji dan daun pandan untuk warna hijau, bunga talang untuk warna biru, wortel untuk warna oranye serta cabai merah atau tomat untuk warna merah pada makanan.
  • Pewarna makanan berbahan kimia. Di negara maju, pewarna jenis ini harus melalui proses sertifikasi sebelum digunakan pada bahan makanan. Bahkan Amerika Serikat  sudah punya aturan pemakaian pewarna sintetis sejak tahun 1906. Di Indonesia peraturan baru dibuat tahun 1973. Namun kini, pemakaian zat pewarna sintetis mulai menjadi kekhawatiran besar di beberapa negara, karena jumlah dan pemakaiannya yang terlalu banyak pada makanan anak-anak. Bahkan beberapa produsen makanan memanfaatkan pewarna ilegal sebagai pewarna makanan, salah satunya adalah pewarna tekstil.
Sejumlah makanan yang mengandung pewarna ilegal justru banyak ditemukan pada jajanan anak. Sebuah penelitian dari Universitas Indonesia menemukan 68% saus bakso atau mi ayam mengandung zat pewarna Rhodamin B yang merupakan zat warna berbahaya. Rhodamin B adalah pewarna sintetis yang biasa digunakan oleh industri tekstil dan kertas. Selain itu, beberapa kecap manis juga ditemukan mengandung sulfit yakni zat kimia yang masih diperbolehkan untuk ditambahkan dalam makanan. Namun, pemakaian yang berlebih dapat membahayakan kesehatan.

Bahaya zat pewarna kimia. Sebenarnya tidak salah kok pemakaian pewarna makanan buatan, asal dosisnya  sesuai dengan aturan dan tidak digunakan secara sembarangan. Beberapa zat pewarna sintetis yang berakibat pada gangguan kesehatan seperti:
  • Rhodamin-B menyebabkan gangguan fungsi hati atau kanker hati.
  • Tartazine dan Methanil yellow menyebabkan tumor di ginjal dan adrenal.
  • Quinoline yellow dan carmine menyebabkan anak menjadi hiperaktif dan menimbulkan reaksi alergik.
  • Erythrosine menyebabkan tumor thyroid.
  • Amaranth menyebabkan kanker dan keracunan yang mempercepat kematian.
Waspadai makanan yang mengandung pewarna sintetis dengan ciri-ciri umum seperti warna makanan terlihat cerah dan mencolok, ada sedikit rasa pahit terutama pada sirup atau limun, muncul rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya, baunya tidak alami sesuai makanannya dan apabila dikonsumsi, pewarna makanan menempel pada kulit atau lidah. (me)

 



Artikel Rekomendasi