Kiat jadi ibu bahagia

 

Perasaan bahagia yang terlalu meluap dapat menjelma jadi tidak nyaman dan tertekan bagi ibu baru. Tak perlu terbawa stres saat adaptasi dengan bayi. Masa transisi ini harus dihadapi dengan cerdik. Berikut kiat ampuh:
  1. Perhatikan alarm biologis. Jika mulai merasa cepat lelah dan sedih, sebaiknya Anda waspada. Kedua gejala ini merupakan alarm biologis ketika tubuh dan jiwa menerima tekanan berlebih. Disarankan, Anda mengenali pemicunya, sheingga lebih mudah mencari solusi.
  2. Realistis dan susun prioritas. Sebagai sosok multi peran, seorang ibu cenderung ingin memberi yang terbaik bagi keluarga. Berharap semua tugas beres. Cobalah realistis dan susun prioritas. Sebagai ibu baru, Anda sebaiknya hanya mengerjakan yang penting, selain mengurus bayi.
  3. Berbagi tugas. Berlakukan sebagai manager yang baik dan berbagai tugas. Ajak sleuruh anggota keluarga berpartisipasi demi kesejahteraan bersama. Minta ayah menemani bayi, saat Anda membantu balita menyiapkan makan malam, atau minta ayah mengeluarkan cucian dari emsin cuci, sat Anda menyusui.
  4. Istirahat dan relaksasi. Sesuaikan jadawal istirahat dengan rutinitas bayi, tidurlah saat bayi tidur. Anda juga perlu relaksasi. Aromaterapi dan meditasi bisa membantu atau meningkatkan kadar endorfin dalam tubuh. Ibu juga perlu olahraga. Cara paraktis adalah emilih salah satu keeping digital berisi program stretching, aktifkan DVD player, dan ikuti gerakan yang dianjurkan. Anda akan lebih relaks dan gembira setelahnya.
  5. Cukup gizi. Jangan telat makan karena kelelahan atau sibuk. Makanan dapat membantu menentramkan. Makanan rendah lemak, tapi kaya karbohidrat (pop-corb, lemper), atau makanan yang mengandung protein (ayam panggang, ikan baker) diketahui memicu produksi sejenis hormone di otak yang meredakan ketegangan energi saat dicerna oleh tubuh. Sepotong cokelat sehari, boleh-boleh saja.
  6. Mengobrol. Sediakan waktu berhubungan dengan sahabat. Secara psikologis, wanita selalu butuh penguatan dari sahabatnya. Jangan sungkan berbagai pemikiran atau sekedar bercerita pad asahabat. Tak selalu mesti bertemu langsung, melalui telepon, mengirimkan sms atau email sudah cukup.
  7. Mengurus diri sendiri. Sisakan waktu sedikit untuk diri sendiri (me time) sekalipun Cuma 15 menit! Tak harus khusus, saat mandi pun bisa menjadi me time. Misalnya, manjakan diri dengan air hangat dan sabun yang harum. Pilihlah aktivitas apa pun yang Anda suka untuk dinikmati sendiri.

 



Artikel Rekomendasi