Kiat Mendongkrak Ketekunan Anak

Kiat Mendongkrak Ketekunan Anak Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Tak cuma cerdas, anak juga perlu tekun agar ia survive. Ketekunan tak kalah menentukan dari kepandaian dalam menentukan keberhasilan. Bagaimana cara memupuk ketekunan?

Kepandaian memang seringkali tidak berbanding lurus dengan prestasi seseorang. Maka banyak terjadi seorang anak yang tidak terlalu pandai tapi karena tekun, justru dapat menunjukkan prestasi akademis lebih baik dibanding anak yang pandai. Idealnya, memang, anak punya keduanya.

Anda memang bisa membantu anak menjadi sosok yang tekun, sehingga bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya. Berikut ini 5 tips agar buah hati Anda memiliki ketekunan.

Menciptakan lingkungan kondusif. Bayi sangat senang menguasai keterampilan baru. Lihat saja, sekali ia berhasil membalikkan badan, ia ulang-ulang kegiatan itu. Reaksi ini sangat alamiah. Motivasi untuk berprestasi sesungguhnya berakar sejak awal kehidupan anak. Anda bisa membantu si kecil dengan menyediakan mainan dan lingkungan yang mendorongnya mengembangkan diri. Kenali keterampilan anak dan sediakan alat bermain sesuai perkembangannya

Mengatakan hal-hal positif. Umumnya, anak belum bisa membedakan penyebab mengapa ia berhasil atau gagal melakukan satu tugas. Namun, ia tahu anak yang berusaha keras adalah anak yang cerdas dan ia akan berhasil. Anda bisa berperan mendukungnya dengan sabar dan sungguh-sungguh. Jika sekarang ia belum bisa menggunting kertas dengan baik, misalnya, katakan tak perlu khawatir agar anak yakin pasti ia segera bisa melakukannya, karena ia akan tumbuh lebih kuat dan lebih pandai.

Memberi pujian. Pada akhir usia dua tahun, anak mulai mengenal peran orang lain dalam membentuk motivasinya. Salah satu yang dibutuhkan adalah pujian. Beri anak pujian jika ia berhasil melakukan sesuatu dengan baik. Sebaliknya, jika ia tidak melakukan dengan baik, Anda tak perlu mengecamnya berlebihan. Hargai upayanya.

Mengajarkan sesuatu secara bertahap. Tugas yang terlalu rumit membuat anak cepat frustrasi. Ajaklah anak membagi tugasnya dalam urutan tahap. Misalnya, ketika belajar untuk bertanggung jawab pada mainannya, ajak anak untuk bersama-sama membereskannya setelah ia selesai bermain. Kemudian, pada hari berbeda, ajarkan bagaimana ia merapikan mainan. Misalnya, berdasarkan jenis, fungsi, atau warna ke dalam kotak tertentu.

Tumbuhkan motivasi internal. Seiring masuknya anak ke dunia yang lebih luas, pandangan orang lain sedikit demi sedikit mempengaruhi dirinya. Jangan biarkan anak bergantung pada pendapat orang lain mengenai dirinya. Dunia anak adalah dunia yang gembira dan penuh acara bermain. Doronglah minat anak untuk mempelajari sesuatu dengan kegembiraannya bermain.

Misalnya, anak enggan mendengarkan cerita tentang binatang yang Anda bacakan, tapi ia malah sibuk dengan mainannya. Pilihlah buku cerita bergambar binatang, dan ajaklah anak menggambar binatang. Selagi ia menggambar, Anda bisa menceritakan bagaimana kehidupan binatang yang digambarnya itu.

Dengan metode yang kreatif ini, motivasi internal anak akan tumbuh. Anda dan anak dapat menikmati waktu bersama yang menyenangkan.



Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  5 Tanda Autistik   88454   
>  Dana Pribadi Ibu Bekerja   29686   
>  Mengasuh Anak Autis   21344   
>  Kriteria Pengasuh yang Baik   17759