Kontrasepsi Apa yang Efektif?

 


Mengenali kegagalan-kegagalan yang sering terjadi dalam penggunaan alat kontrasepsi akan sangat  membantu Anda saat memilihnya. Berikut adalah jenis kontrasepsi berikut risiko kemungkinan gagal yang biasa terjadi pada alat kontrasepsi:

1. Lupa minum pil KB. Tidak konsistennya penggunaan pil KB bisa menyebabkan flek terus menerus dan menstruasi tidak teratur. Jika Anda lupa minum lebih dari 2 hari, lebih baik berhenti atau mengulang dari awal.

2. Menggunakan IUD atau spiral pada perempuan yang memiliki periode menstruasi lama, banyak dan nyeri justru akan memperparah kondisi ini. Contohnya: Semula periode menstruasi 5 hari, setelah menggunakan spiral bisa menjadi 7 hari.

Jenis-jenis alat kontrasepsi dan tingkat kegagalan:

1. Kondom, Tingkat kegagalan 2 persen.
2. Kontrasepsi hormon atau steroid, alat jenis ini menekan ovulasi dan memberi efek tertentu pada vagina. Jenis pil tingkat kegagalan 0,5 persen dan IUD berhormon tingkat kegagalan 0,5-1 persen.
3. Spiral. Kandungan tembaga sebagai bahan pembuat spiral memberi efek melemahkan sperma. Tingkat kegagalan 1-2 persen.
4. Implant atau susuk, menyebabkan endometrium tidak siap untuk dibuahi, mempertebal lendir serviks dan menipiskan lapisan endometrium. Tingkat kegagalan 1-3 persen.
5. Permanen, Menyumbat, mengikat atau memotong saluran telur atau sperma. Tingkat kegagalan 0 persen.

KONSULTASI Prof.Dr.dr.BIRAN AFFANDI, SpOG (K), FAMM, GURU BESAR FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA, JAKARTA

 



Artikel Rekomendasi