Ibu Mual, Janin Sehat

Ibu Mual, Janin Sehat Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Tiga dari empat ibuhamil pasti mengalami mual. Itu sebabnya mual dan muntah identik dengan kehamilan. Meski disebut morning sickness, sebenarnya mual tidak selalu terjadi di pagi hari, melainkan bisa juga di malam hari, bahkan seharian dari pagi sampai malam.

Berat-ringannya pun berbeda-beda. Ada ibu yang masih bisa makan saat mual dan muntah, ada pula yang sampai tidak bisa memasukkan apa pun ke dalam mulutnya. Durasi penderitaan pun tidak sama, beberapa ibu mengalaminya sampai bulan ke-4, tapi ada juga yang sampai akhir kehamilan. Tentu ada juga yang, dan ini bisa menimbulkan rasa cemburu, beruntung karena sama sekali tidak mual dan muntah!

Meningkatnya kadar Hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG) di dalam darah ibu, yang mencapai puncak pada minggu ke 8-10 kehamilan, diduga adalah biang keladi morning sickness. Munculnya hormon itu merangsang dinding lambung sehingga menimbulkan perasaan mual. HCG juga menyebabkan gula di dalam darah cepat dikeluarkan sehingga terjadi rasa lapar sekaligus mual.

Memang menyebalkan, tapi para peneliti di Universitas Cornell di New York, Amerika Serikat, menemukan fakta bahwa dari sisi kesejahteraan janin, "derita" ibu tersebut justru bermanfaat, karena:
  • Mual adalah hasil kerja alam di mana tubuh ibu mengembangkan perlawanan terhadap berbagai jenis racun di dalam tubuh seperti alkohol, nikotin dan kafein, yang berpotensi menciderai janin.
  • Mual yang menyebabkan ibu tidak sanggup makan daging, telur, unggas atau ikan, akan melindungi janin dari kemungkinan terpapar bakteri berbahaya di makanan tersebut, yang tidak dapat dilawan daya tahan tubuh calon ibu.
  • Mual dalam kehamilan meningkatkan kesempatan memiliki bayi yang sehat. Beberapa studi dan penelitian lain mempertegas bahwa calon ibu yang mengalami mual akan memiliki risiko keguguran yang rendah.
Jika di balik mual terdapat blessing in disguise signifikan terhadap janin, lantas apa boleh mengurangi mual? Menurut para ahli, boleh dan sebaiknya memang dikurangi, karena meski bermanfaat, jika mual membuat ibu tidak mau makan/minum, apalagi membuat berat badan ibu turun atau naik sangat sedikit selama hamil, akan merugikan kesehatan. Demikian juga mual yang membuat ibu muntah lebih dari 4 kali sehari, sehingga mengalami dehidrasi.

Mual dan muntah merupakan indikasi bahaya jika calon ibu sampai memuntahkan darah atau cairan kental berwarna gelap seperti kopi. Dalam istilah kedokteran disebut hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah berlebihan. Ibu harus segera ditangani oleh dokter kandungan. Biasanya diinfus dengan campuran cairan, glukosa dan elektrolit.

Kurangi Mual Kehamilan






Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda