Jika Balita Telat Tumbuh Gigi

 

 
Foto: shutterstock


Spesialis gigi anak dari Alabama Pediatric Dental Associates and Orthodontics, Amerika Serikat, dr. Dean Brandon memaparkan bahwa salah satu yang memengaruhi cepat atau lambatnya pertumbuhan gigi adalah asupan kalsium saat ibu hamil.

Namun, tidak berarti ibu yang lebih banyak mengonsumsi kalsium akan melahirkan bayi dengan pertumbuhan gigi yang lebih cepat, karena daya serap kalsium setiap janin berbeda. Biasanya gigi susu tumbuh lebih lambat dari yang semestinya, dan umumnya terjadi pada anak yang lahir prematur. Rata-rata gigi  seri atas  tumbuh pertama kali saat usia 6 bulan.

Perlu khawatir: Jika anak hingga usia 14 bulan belum memiliki satu gigi pun. Bisa jadi ia mengalami displasia ektodermal, yaitu suatu kelainan yang disebabkan faktor keturunan. Gejalanya anak tidak bisa berkeringat, demam tinggi, wajahnya datar –tanpa ekpresi-. Segera periksa ke dokter jika hal ini dialami oleh balita Anda!

Tak perlu khawatir saat gigi balita belum juga tumbuh di usia satu tahun. Dr. Evan Shaw, spesialis gigi anak dari Children’s Hospital, Boston/Harvard School of Dental Medicine, Amerika Serikat, mengatakan bahwa tidak sedikit anak yang baru tumbuh gigi pertama saat usianya mencapai 1 tahun. Terkadang gigi yang tumbuh lebih dari satu, dan tumbuh secara bersamaan. Ini normal.

Rangsang pertumbuhan gigi:

- Berikan biskuit bayi untuk digigit atau memberinya teether. Ketika menggigit, gigi akan menekan gusi, sehingga mempercepat proses kemunculan gigi.

- Berikan makanan sesuai aturan, yaitu dari semi padat di usia enam bulan sampai menjadi padat di usia satu tahun. 


Merawat Gigi Bayi penting dilakukan begitu gigi pertamanya tumbuh. Temukan sikat gigi yang tepat untuk bayi - umumnya terbuat dari bahan silikon yang lembut. Awalnya ia akan menggigit sikat giginya, dan tentu jari bunda. Anak yang dibiasakan menggosok gigi sejak bayi akan terbiasa dengan kegiatan menggosok gigi sampai ia besar. 

Menggosok gigi adalah satu-satunya cara merawat gigi agar selalu sehat. Para bunda sering bertanya-tanya kapan anak boleh digosok giginya dengan pasta gigi? Bagaimana bila tertelan, karena bayi belum bisa meludah dan berkumur? Apa akibatnya kalau anak sering menelan pasta gigi?

Sejak gigi pertamanya tumbuh, sebetulnya bayi sudah boleh dibersihkan giginya menggunakan pasta gigi. Caranya:
- Oleskan pasta gigi sebesar sebutir beras pada sikat gigi
- Gosok giginya, fokus pada pertemuan gusi dan gigi karena area itu tempat sisa makanan tertinggal
- Gosok dengan lembut, tak perlu ditekan

Panduan memilih pasta gigi untuk anak

Untuk anak yang belum bisa berkumur, pasta gigi sering tertelan.  Pasta gigi untuk anak seharusnya tidak mengandung detergent SLS (Sodium Lauryl Sulfat) yang biasa digunakan pada pembersih lantai, sabun cuci, sabun mandi, dan pasta gigi.  

PUREKIDS memenuhi kriteria tersebut. PUREKIDS Toothpaste memiliki formula foodgrade dan tanpa detergen SLS sehingga tidak apa-apa jika tidak sengaja tertelan. SLS berisiko mengiritasi rongga mulut dan mengurangi sinsitivitas rasa. 

PUREKIDS Toothpaste mengandung Xylitol yang berasal dari Beech Trees di Finlandia sebagai pemanis alami sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri penyebab gigi keropos. Selain itu pembentuk gel transparan pada pasta gigi PUREKIDS Toothpaste berasal dari rumput laut.

PUREKIDS Toothpaste juga memiliki rasa yang disukai oleh anak karena rasa manisnya pas, tidak terlalu manis dan pahit, dan tidak ada rasa dingin pedas.  Jadi PUREKIDS Toothpaste membuat anak jadi rajin dan happy untuk sikat gigi.


Baca juga:
Proses Pertumbuhan Gigi Bayi
Mengenal gigi bayi
Mengenalkan Dokter Gigi Pada Balita

 



Artikel Rekomendasi