Menari sebagai Ekspresi Balita

 

Tari adalah rangkaian gerak yang harus ada awal, inti dan akhir. Anak usia 4 tahun lebih senang berekspresi bebas. Tarian untuk anak usia 4 tahun lebih menekankan kepada ekspresi diri. Misalnya mengekspresikan gerakan binatang, gerak api.

Guru membimbing anak untuk menjadikan gerak sebagai bentuk tarian. Kalau anak langsung masuk sanggar tari yang ada panduannya, ia sulit mengikuti, terutama bila sanggar itu tidak menyediakan ruang untuk berekspresi. Yang penting, saat mengajar anak menari adalah:
  • Penyadaran ruang. Anak perlu disadarkan bahwa ada ruang bagi dirinya saat ia bergerak dan ada ruang di luar dirinya.
  • Level, ada tinggi, ada rendah.
  • Tenaga, yaitu gerakan tari seperti mencangkul berbeda dengan gerakan mengelus.
  • Penyadaran waktu penting diberikan berkaitan dengan pola ritme. Bagaimana anak harus bergerak bila musiknya gembira.
Bila orang tua ingin memasukkan anak ke sanggar tari, sebaiknya:
  • Memahami lebih dahulu kegunaan tari.  
  • Pahami apakah anak berminat menari, bukan karena ambisi orang tua yang ingin anaknya menjadi penari dan bisa dibanggakan.
  • Berikan stimulasi apa saja. Misalnya gerak, karena gerak adalah materi dasar tari.
  • Berikan stimulasi musik, karena musik diperlukan dalam menari.
  • Berikan stimulasi dengan melihat lukisan. Misalnya gambar kerbau, kerbau punya tanduk. Mintalah anak melakukan gerakan kerbau. Anak-anak akan melanjutkan gerakannya sendiri.
  • Biarkan anak menyukai gerak menari. Misalnya berdasarkan teori Piaget, imajinasi anak usia 4 tahun sangat berkembang. Inilah yang harus diasah, bagaimana berekspresi dan menyusun sendiri gerakannya.

 

Artikel Rekomendasi

post4

Hati-Hati Waspada Campak!

Penyakit yang diakibatkan virus tak henti menghantui para orang tua di Indonesia dalam mengasuh balita mereka. Salah satunya adalah penyakit campak yang gampang menular. Gejalanya susah dibedakan deng... read more