Bebaskan Anak dari Stres

 


Tetap tenang, adalah kunci bagi keberhasilan Anda mengatasi stres pada anak. Tapi jangan menganggap persoalan itu tidak ada. Dengan memahami perasaannya, akan membuatnya lebih tenang.
 
Yuk, bantu ia mengatasi stresnya. Begini caranya:

Bicara dengan anak dan cari tahu apa yang membuatnya tak ingin ditinggal pergi bekerja oleh bunda dan ayahnya. Biasanya anak laki-laki usia 3 tahun lebih 'galak' dalam mengungkapkan perasaannya, karena ia sudah pandai bicara. “Pokoknya bunda di rumah aja! Ayo, ganti daster lagi!”

Jangan balas berteriak kepadanya, ya, Bunda. Namun juga jangan luluh bila ia mulai menangis sedih. Jawabannya tidak memberi gambaran apa pun tentang perasaannya. Anda lah yang harus memberi nama pada perasaannya.

Dudukkan anak di pangkuan Anda berhadapan. “Sedih, ya, Bunda tinggal ke kantor? Takut Bunda enggak pulang? Bunda pasti pulang, Sayang. Nanti malam kita baca cerita lagi, ya…” Luangkan waktu sampai anak benar-benar tenang dan tepati janji Anda untuk pulang sebelum ia tidur malam.
 
Tepati jadwal harian anak, jangan sampai ada yang terlewati. Bila perubahan terpaksa terjadi karena Anda dan anak dalam perjalanan  jauh ke luar kota, usap tubuh anak dengan lap basah untuk memberinya rasa sudah mandi.
 
Sabar, beri waktu yang lebih panjang. Mencoba dan gagal, merupakan salah satu proses belajar. Orang dewasa pun pasti sering mengalami kegagalan. Jangan pandang kegagalan anak sebagai kebodohan. Sesekali masih ngompol atau belum siap menggunakan kloset, maklumi saja.
 
Perbanyak waktu bersamanya. Ciptakan quality time bersama anak jika ada kesempatan. Di waktu senggang, lepaskan sejenak gadget Anda. Gunakan waktu bersama ini untuk berbicara soal perasaannya. Jangan menilai perasaannya baik-tidak baik, atau benar-tidak benar. Perasaan dimiliki semua orang, dan setiap orang berhak mengekspresikannya.
 
Perbanyak pelukan dan ciuman. Pelukan dan ciuman bunda dan ayah paling ampuh menurunkan kadar kortisol (hormon stres pada anak). Pelukan dan ciuman menyampaikan pesan, “Aku sayang kamu, jangan khawatirkan apa pun.”
 
Tunda nonton tayangan menakutkan. Kalau Anda suka menonton berita atau film horor, tunda dulu menontonnya hingga buah hati Anda benar-benar sudah tidur. (IR)

 

Artikel Rekomendasi