Menjadi Asisten Bunda

 

Balita sering menawarkan bantuan untuk membantu pekerjaan rumah Bunda? Daripada menolaknya karena masih belum percaya kemampuannya, dan berisiko memengaruhi perkembangnya, lebih baik salurkan keinginannya untuk membantu Bunda. Manfaatkan hobinya yang suka ‘merebut’ pekerjaan rumah Bunda.

1. Mengoles selai di roti. Pagi hari saat menyiapkan sarapan minta balita ikut membantu. Sarapan roti isi selai dengan jus buah strawberi, menu sarapan yang mudah untuk disiapkan olehnya. Biarkan anak menanyakan kepada ayahnya, mengenai rasa selai untuk isi roti. Lalu biarkan ia yang mengoleskan selai di roti. Sedikit berantakan, biarkan saja, lain kali baru ajarkan anak untuk  mengoleskan selai dengan rapi. Begitu juga dengan jus buah strawberi-nya, ia akan lebih senang bila diminta untuk membersihkan buah strawberi sebelum dimasukkan ke dalam blender. Memencet tombol ON/OFF blender, percayakan saja pada anak, Bunda cukup sebagai instruktor.
Anak belajar berani bertanya ketika ingin tahu keinginan orang lain, melayani orang lain, mengenal jenis selai, dan melatih motorik halus.

2. Membersihkan meja. Usai sarapan, ajak anak ikut membereskan meja makan. Saat Bunda membawa piring dan gelas ke dapur, minta ia membersihkan meja dengan lap. Singkirkan barang-barang di atas meja terlebih dahulu, lalu minta dia yang membersihkan dengan kemoceng kemudian dilap. Anak belajar bertanggung jawab, usai makan harus membersihkan makan. Ia juga belajar tahapan saat melap meja.

3. Membersihkan daun yang jatuh di taman. Bagi dua tugas berkebun pada anak. Tugas berat seperti memotong rumput atau menggali tanah tetap menjadi tanggung jawab Bunda. Tugasnya cukup membersihkan daun-daunan yang berjatuhan di tanah dan menyiram tanaman setiap sore hari. Tidak perlu takut tangannya kotor, karena usai kegiatan berkebun minta dia membersihkan diri. Anak belajar bertanggung jawab, jadwal kegiatan tetap –menyiram-, melatih motorik halusnya. Ia juga dapat belajar berhitung, saat Anda mengajaknya menghitung dedaunan yang berhasil dikumpulkan.

4. Masukan mainan ke dalam boks mainan. Sediakan beberapa boks aneka warna, untuk tempat menaruh mainan. Ajarkan anak mengelompokkan mainannya, caranya tempelkan kertas dengan gambar di depan boks. Agar ia bisa memasukkan mobil-mobilan di boks khusus mobil-mobilan atau orang-orangan di boks khusus orang-orangan. Anak belajar bertanggung jawab karena harus menaati dan menjalankan peraturan yang Anda buat. Ia juga belajar memilah atau mengelompokkan mainannya.

5. Membereskan tempat tidur sendiri. Ajarkan balita melipat selimut, menata posisi bantal dan guling dan merapikan seprai. Bunda tak perlu khawatir anak tidak bisa melakukan. Berikan contoh, salah sedikit, biarkan saja, namanya juga masih belajar, bunda. Anak belajar bertanggung jawab dan mandiri.

6. Ikut menghias kue. Ajak balita ikut membuat kue. Pasti dia suka! Minta dia mengaduk adonan, membentuk adonan, atau menghias kue. Pertama berikan contoh, selanjutkan berikan ia kepercayaan untuk melakukan dengan caranya, selama tidak membahayakan dan merusak hasil kue. Atau saat bunda memasak, minta bantuan anak mencuci buah atau sayuran, atau memotong sayuran dengan tangan –seperti memotong kacang panjang. Anak belajar mengemukakan pendapatnya saat menghias kue serta melatih kemampuan motorik halusnya.

7. Cek lampu atau air masih menyala atau tidak pada saat akan pergi ke luar rumah. Ayo, cek kembali lampu dan air sebelum pergi. Tugas seperti ini bisa Anda serahkan pada anak. Berikan ia tanggung jawab untuk keliling rumah sebelum pergi, untuk cek apakah lampu dan air masih menyala atau tidak. Anak belajar konsep hidup cinta lingkungan. (me)



 

Artikel Rekomendasi

post4

Benteng Pertahanan untuk Si Kecil

Tidak harus di luar rumah, bahaya bagi balita juga bisa mengintai di rumah sendiri. Tidak ada orang lain, selain kita sebagai orang tua yang harus mengantisipasi setiap kemungkinan bahaya. ... read more