Sarapan Sehat Untuk Otak

 

Otak manusia adalah pusat keseluruhan tubuh. Otak mengendalikan semua kesehatan aspek kehidupan anak, seperti mental, sosial, intelegensia, emosional, spritual dan bahasa. Pola makan untuk otak adalah faktor penting dalam membangun kecerdasan anak. Sesederhana membiasakan anak sarapan sehat.

Sarapan penting untuk otak! Untuk bekal anak beraktivitas, belajar, berkonsentrasi, mengingat dan memperhatikan, sarapan harus dianggap sebagai urusan besar dan penting.  Pemberian makanan musti bergizi seimbang. Mengombinasikan karbohidrat, protein dan lemak untuk sarapan, membuat pelepasan glukosa ke dalam darah berlangsung pada tingkat yang terkontrol. Kehadiran lemak dan protein juga membantu anak kenyang dalam waktu lebih lama, menunda lapar dan meningkatkan rentang daya konsentrasi.

Contoh menu sarapan ala brainy diet:
  • Karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau roti gandum.
  • Telur yang mengandung protein berkualitas baik untuk membangun neurotransmitter otak. Selain itu, telur juga mengandung vitamin dan mineral esensial yang baik untuk perkembangan otak anak.
  • Satu sendok makan minyak ikan untuk memenuhi kebutuhan asam lemak omega-3 sebagai blok-blok yang membangun otak.
  • Susu dan buah-buahan segar.
Singkirkan Lemak Jahat! Hidrogen atau lemak trans dari makanan olahan seperti kukis, gorengan dan pastry, justru mengacaukan otak anak. Lemak trans adalah perubahan wujud dari omega-3 dan 6 yang menjadi racun di tubuh, bersaing bahkan “mengalahkan” keberadaan lemak baik yang dibutuhkan otak untuk bertumbuh kembang dengan sehat. Tak hanya itu, lemak trans juga melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan anak rentan terinfeksi. Itu menjelaskan mengapa setelah makan ayam goreng di resto fast food, anak-anak sering tiba-tiba sakit tenggorokan atau batuk. (me)

Baca juga:
Sarapan, Makanan Terpenting Dalam 1 Hari
Manfaat Sarapan Untuk Balita
Trik Membujuk Balita Sarapan

 

Artikel Rekomendasi

post4

Benteng Pertahanan untuk Si Kecil

Tidak harus di luar rumah, bahaya bagi balita juga bisa mengintai di rumah sendiri. Tidak ada orang lain, selain kita sebagai orang tua yang harus mengantisipasi setiap kemungkinan bahaya. ... read more