4 Alasan Bayi Menolak ASI Perahan

 

Fotosearch

Cuti bersalin usai, saatnya Anda kembali bekerja!  Tetapi tenang,  Anda sudah pandai memerah ASI.  Lihat saja tabungan ASIP (Air Susu Ibu Perah) di kulkas dan freezer  yang Anda kumpulkan dalam tiga bulan ini, Anda yakin akan membuat bayi aman dan tidak kelaparan sepanjang Anda tinggal bekerja.
Namun, sekonyong-konyong, rasa percaya diri Anda luruh, manakala anak memalingkan wajahnya menolak ASIP!  
Hm, bisa jadi inilah penyebabnya…

Aroma yang ‘Aneh’
Hidung anak mungkin mencium aroma ASIP yang ‘aneh’. Aroma ASIP memang khas. Hal ini karena kandungan lipase,  yaitu enzim yang berguna untuk mengolah kandungan lemak dalam ASI. Namun biasanya, ASIP akan lebih kuat aromanya, jika tata laksana penyimpanannya kurang tepat. Misalnya,  terlalu cepat perubahan suhu dalam menyimpan ASIP - terlalu cepat dingin, atau sebaliknya, terlalu cepat panas. Wadah penyimpanan sebenarnya tidak banyak pengaruhnya, kecuali jika menggunakan wadah penyimpanan plastik yang sebelumnya dipakai untuk menyimpan makanan lain dengan aroma menyengat.
Mengatasinya
1. Usahakan menggunakan wadah  khusus,  misalnya botol kaca ASIP yang banyak dijual dalam berbagai jenis  -harganya pun terjangkau- untuk menghindari aroma “aneh”.
2. Cek kembali tata laksana penyimpanan ASI. Sudahkah Anda melakukan langkah mudah ini?
•    Diamkan ASIP yang baru diperah di suhu ruangan selama 3 – 5 menit.
•    ASIP dari suhu ruangan bisa dimasukkan ke dalam kulkas biasa atau chiller atau refrigerator.
•    Setelah beberapa jam, ASIP bisa dipindahkan dari refrigerator ke freezer.
•    Saat ingin mencairkan, langkahnya dibalik, pindahkan ASIP beku ke chiller atau refrigerator selama 12 – 24 jam.
•    Dari chiller atau refrigerator, pindahkan ASIP ke suhu ruangan sekitar 1 jam. Lalu mulai hangatkan ketika hendak diberikan kepada bayi.

Rasanya beda!
Indera penyecap bayi mungkin mendeteksi ada rasa yang berubah dari ASIP yang diberikan. Tak dipungkiri, produksi ASI setiap hari, jam, menit dan detik itu berubah-ubah dan mengikuti kebutuhan bayi. Jadi, memang bisa jadi ada perubahan rasa yang signifikan. Namun menurut riset, anak yang menyusu  biasanya akan mengikuti pola makan ibunya karena sudah bisa merasakan kebiasaan pola makan ibu, dan mengenal beberapa rasanya melalui ASI ibunya.
Mengatasinya… Jika ini masalahnya, cobalah memberi ASIP yang fresh, bukan yang sudah dibekukan lama. Dengan itu, mungkin akan kembali terbit selera bayi untuk minum.

Cara pemberian
Bisa jadi kekeliruan memberikan ASIP kepada bayi Anda membuat ia menolak meminumnya.  Saat ASIP diberikan dalam botol, ia tidak bergairah mengisap dot. Itu bagus, karena pemberian ASIP menggunakan botol dan dot memang tidak tepat, dan bisa menjadi salah satu faktor penyebab terhambatnya pemberian ASIP. Selain itu, cara itu pun bisa membuat bayi bingung puting, yaitu, ia  tak mau lagi menyusu langsung kepada ibu. Tapi jika ia tetap menolak, meski diberikan dengan sendok, bisa jadi ada yang keliru dalam cara memberikan atau menempatkan posisi bayi.
Mengatasinya
Pelajari lagi teknik pemberian ASI dengan tiga cara yang disarankan.
-    Melalu cangkir.  Caranya, isi gelas kecil dengan ASIP. Dudukkan bayi di pangkuan dan sangga kepalanya dengan satu tangan di pundak atau leher. Masukkan bibir gelas melewati bibir bawah bayi, yang akan membuat bayi menjilat cairan dengan lidahnya. Sebaiknya tidak menuangkan ASIP ke dalam mulutnya, karena akan membuatnya tersedak.
-    Dengan spuit.  Caranya, gunakan spuit berukuran 5 – 10 ml dan isi dengan ASIP. Letakkan spuit di sudut mulut bayi, dorong perlahan hingga ASIP masuk ke dalam mulut. Berikan dengan posisi bayi duduk, bukan telentang, karena bisa membuatnya tersedak.
-    Dengan sendok. Caranya, siapkan sendok kecil dan ASIP, gendong bayi dan dekap dalam posisi setengah penuh. Dekatkan sendok ke mulutnya dan  tempelkan tepi sendok ke bibir atas. Perlahan-lahan, tempelkan tepi sendok ke bibir bawah, dan dorong sampai susu tepat menyentuh bibir bayi. Di awal mungkin hanya beberapa tetes yang masuk ke mulutnya. Selanjutnya, bayi akan menjulurkan lidah dan menyesap atau menghirup susu dari sendok.  Tunggu sampai bayi menelan, kemudian berikan lagi.

Mau langsung dari sumbernya!
Pulang kerja, bayi yang lapar sudah tidak sabar ingin menyusu. Anda yang belum mandi, memilih cuci wajah, cuci tangan, lalu malah memberinya ASIP dengan cangkir, botol, atau sendok. Eh, ia tidak tertarik! Kasus bayi menolak  ASIP yang diberikan oleh ibu, ternyata lumayan sering. Mengapa? Bayi itu pintar. Ia  sudah mengenal ibu plus aromanya. Mereka pikir, mengapa ia minum ASIP dari tempat lain,  bukan dari payudara ibunya langsung? Air susunya jelas segar! Bisa pula melepas rindu dengan menatap wajah ibu yang seharian tak ada di rumah.  Jadi,  jika ibu lelah,  usahakan yang  memberikan ASIP bukan Anda,  bisa ayah atau pengasuhnya.

KONSULTASI: NIA UMAR, S.SOS, MKM, IBCLC, Wakil Ketua AIMI.
(IAH/ERN)

 



Artikel Rekomendasi