NEPAL. Dua ibu muda suku Tamang, Nepal ini  membawa bayi dalam keranjang menuju perkebunan  teh tempat mereka bekerja. Pada kedua sisi keranjang terkait tali yang  digantungkan ke bagian atas kepala. Mereka akan membuat keranjang baru untuk setiap anak.  Perempuan-perempuan Nepal juga biasa menggendong keranjang untuk mengangkut beragam barang dengan berjalan kaki.

PERU. Saat memasak, pergi ke pasar atau mengunjungi tetangga dan sanak saudara, para ibu di negara yang berada di Amerika Selatan ini  menggendong anak menggunakan  Manta.  Kain tenun yang berbentuk  empat persegi  ini dibuat dengan kombinasi warna-warna mencolok,  yang menarik banyak turis yang datang  membelinya sebagai oleh-oleh. Cara menggendongnya adalah dengan menalikan kedua ujung di dada dan menempatkan bayi di punggung. 

INUIT. Penduduk asli Amerika yang tinggal di Alaska dan Kanada Utara ini menggendong bayi  di   gendongan yang menyatu dengan mantel ibu, yang disebut amauti. Di negeri terdingin di dunia ini, kehangatan bayi sangat penting. Gendongannya berupa hood berukuran besar yang menempel di mantel bagian atas.  Bayi digendong menempel di punggung ibu. Amauti  terbuat dari kulit karibu dan anjing laut. Kini Amauti  populer sebagai mantel musim dingin dengan desain lebih modern.

MOZAMBIK. Ibu di Mozambik, Afrika  menggendong bayi menggunakan kain kanga, sejenis kain katun panjang bermotif. Kanga diikat pada salah satu bahu dengan posisi anak menyamping di atas pinggang. Jika digelar kanga sangat lebar, cukup untuk melapisi seluruh bagian tubuh si kecil.  Mereka menggendong anak saat  memasak, menghadiri acara di luar rumah atau bekerja di ladang.

CINA. Gendongan yang merupakan gabungan keranjang dan bangku membuat bayi  yang gendong nyaman berada di gendongan Bunda di Cina. Sementara itu,  para bunda  leluasa menggendong keranjang yang terbuat dari bambu  ini ke pasar atau bekerja di ladang. Ketika  bekerja di ladang, gendongan bisa disangkutkan ke pohon. Ibu pun bisa bekerja dengan tenang, sementara si kecil bisa duduk nyaman dan tetap berada di bawah pengawasan ibu.

JEPANG. Ibu-ibu di Negeri Sakura ini menggunakan gendongan bernama onbuhimo, kain  panjang yang disilangkan di bagian dada lalu diikat pada bagian pinggang ibu, yang menggendong bayi  di punggungnya.  Jaman dulu ibu-ibu menggendong bayinya  ke acara-acara rutin di desa maupun saat bercocok tanam di ladang. Kini onbuhimo tampil lebih modern dengan pilihan motif dan warna yang beragam.  

INDONESIA. Salah satu alat gendong bayi yang populer adalah kain panjang,  yang disimpulkan di bahu, di Jawa Tengah disebut jarik.  Saat masih bayi  ibu menggendongnya di bagian depan dengan cara membaringkannya. Saat otot kaki bayi makin kuat,  ibu menggendongnya di samping atau di punggung.  Di Suku Dayak Kenyah Kalimantan,  menggendong bayi di belakang menggunakan bening aban, gendongan dari kayu berhias ukiran.  Umumnya  ibu gendong bayi  untuk menidurkan, belanja, atau berkunjung ke tempat yang jauh.

Artikel Rekomendasi