Danila
Lulus ASI Eksklusif
Dua
minggu menjelang umur Danila 6 bulan, saya berbisik pada Natalia,
wartawan Ayahbunda yang meja kerjanya bersebelahan dengan saya di
kantor, bahwa Danila sebentar lagi “lulus” ASI eksklusif.
''Syukuran
di kantor seru nggak
ya,
Nat? Bawa nasi tumpeng. Terus, Danila disuapi makanan pertamanya oleh
TH (Tenik Hartono -Pemred Ayahbunda).”
“Ide
bagus, Mbak,” timpal NAT antusias, sambil membayangkan nasi tumpeng
dengan lauk pauknya.
Saya
memang sangat bersyukur bisa menyelesaikan pemberian ASI eksklusif
buat Danila, di usia yang tidak muda lagi – 37 tahun.
Kiat
memberi ASI sama saja dengan sewaktu menyusui 3 kakak Danila, dan
sering juga kami tulis di Ayahbunda.
Pertama.
Percaya diri bisa memberi ASI cukup buat anak (padahal ASI perah saya
tak pernah lebih dari 180 mililiter per 2 payudara).
Kedua.
Makin
sering dikeluarkan ASI makin banyak (meski badan rasanya tak
bertulang setiap habis mengeluarkan ASI).
Ketiga.
Makan minum cukup, dan jangan stres (semua dimakan. Kapan kembali
langsingnyaaaa?).
Keempat.
Dibantu suami, yang jadi Ayah Menyusui (kalau yang ini, tidak ada
keluhan. Brenton
is a devoted dad).
Berkat
ASI eksklusif, Danila tumbuh sehat, BB ideal, bahagia, gesit, dan
banyak senyum.
Kata
suami saya, momen kelulusan ASI eksklusif, sebaiknya dirayakan
dengan menghadiahi diri sendiri. Karena saya layak menerimanya lebih
dari siapa pun. Akhirnya saya pergi berbelanja sepuasnya (eh, belum
puas ding,
hihihi)
di Takashimaya sepuasnya dibayari suami.
Tumpengannya
menyusul, ya teman-teman!
Splash:
Usia
tidak menghalangi sukses memberi ASI eksklusif.
Hadiahi
diri sendiri untuk merayakan keberhasilan memberi ASI ekslusif. As
you deserve a reward, Mum!