I Daftar Baru I I
Diskusi Ayahbunda
Topik
:
Diskusi bareng dr. Ichnandy Rachman seputar Kehamilan Trimester 2, Trimester 3 dan Persalinan (Kehamilan)
Pembuat
:
Andi Maerzyda A. Th [19 Jan 2010 - 11:32]
Total Pesan
:
31 [0 pesan dari anda]
Status Diskusi
:
Closed
Moderator
:
Andi Maerzyda A. Th
Urutan
:
Re: Re: Re: Diskusi bareng dr. Ichnandy Rachman seputar Kehamilan Trimester 2, Trimester 3 dan Persalinan









Betul sekali ibu Arka, perlu saya tekankan bahwa pada ibu-ibu yang pernah menjalani operasi caesar maka persalinan pada kehamilan berikutnya harus di Rumah Sakit yang mempunyai fasilitas untuk melakukan operasi caesar emergensi guna menghindari komplikasi yang dapat terjadi.
Terima kasih ibu Arka yang telah mengingatkan saya.

Salam hangat,



dr. Ichnandy Arief Rachman, SpOG

--- 22 Jan 2010 15:53, ibu arka menulis:

terima kasih dokter atas jawabannya..


Untuk ibu yang dulu melahirkan ceasar dan ingin melahirkan normal, apakah nanti persalinan harus dirumah sakit?


 


terima kasih

--- 22 Jan 2010 15:14, Andi Maerzyda A. Th menulis:







Re: Re: Re: Diskusi bareng dr. Ichnandy Rachman seputar Prakonsepsi, Gejala Kehamilan Awal dan Kehamilan Pertama










Halo
ibu Arka. Saya akan mencoba
menjelaskan secara umum sehingga dapat menjadi masukan bagi ibu Masita
dan ibu-ibu lainnya yang mempunyai permasalahan yang sama.
Komplikasi
utama yang ditakutkan terjadi dalam melakukan persalinan normal pada
ibu-ibu dengan riwayat operasi caesar sebelumnya adalah robeknya segmen
bawah rahim yang dapat menghilangkan nyawa ibu dan bayi yang dikandung
seketika bila tidak dilakukan antisipasi dan penanggulangan secara
cepat.
Ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan dokter
sebelum memutuskan untuk melakukan persalinan normal pada bekas SC.
Pertama terdapat beberapa faktor esensial medis (hanya dokter yang
menilai) yang harus ditegakkan sebelum mempertimbangkan persalinan
normal pada bekas SC, sebagai contoh : tehnik operasi SC sebelumnya,
ketebalan dinding segmen bahwah rahim, jumlah air ketuban, adanya
lilitan tali pusat atau tidak dan sebagainya. Selanjutnya terdapat
beberapa hal umum yang menjadi bahan diskusi antara dokter dengan
pasien :


  • Usia dan keadaan umum kesehatan ibu

  • Ini kehamilan tunggal atau kehamilan kembar ?

  • Posisi bayi normal atau tidak ?

  • Besar bayi sesuai kapasitas panggul ibu atau tidak?
Pada
ibu dengan usia diatas 40 tahun, persentase kegagalan partus normal
lebih tinggi namun hal ini juga berhubungan dengan kondisi kesehatan
ibu secara umumnya. Kehamilan kembar akan beresiko lebih besar untuk
robeknya rahim, begitu pula dengan posisi bayi yang tidak normal dan
taksiran berat janin diatas 4000 gram. Secara umum resiko kemungkinan
robeknya rahim pada kehamilan dengan riwayat SC 2x mencapai 3,7 %.

Jadi
jawaban saya untuk pertanyaan ibu diatas adalah ya ibu dapat saja
melahirkan secara normal, namun dengan mempertimbangkan pelbagai banyak
hal sebelumnya. Saya anjurkan ibu untuk datang, dan berdiskusi lebih
detil lagi dengan dokter kandungan ibu. Terima kasih.


Salam hangat,


dr. Ichnandy Rachman, SpOG
Re: Re: Diskusi bareng dr. Ichnandy Rachman seputar Kehamilan Trimester 2, Trimester 3 dan Persalinan










Halo ibu putri, selamat atas kehamilannya. Saya turut prihatin atas apa yang terjadi saat persalinan pertama. Dari data yang ibu berikan  saya melihat bahwa tuntutan pekerjaan ibu sangat banyak sehingga mengurangi waktu istirahat ibu. Namun keadaan tersebut harus ibu imbangi dengan nutrisi yang cukup. Maksud saya cukup adalah cukup untuk ibu dan cukup untuk janin. Untuk menghilangkan trauma yang ibu alami cukup sulit dan tidak mudah. Namun beberapa pasien pribadi saya cukup berhasil mengatasi rasa takut dalam persalinan melalui hipnoterapi. Saat ini sudah cukup banyak praktisi hipnoterapi di jakarta. Bila ibu berdomisili di jakarta, silahkan ibu hubungi langsung RSIA Budhijaya untuk ke poli hipnoterapi. Terima kasih.

Salam hangat,


dr. Ichnandy Arief Rachman, SpOG


--- 21 Jan 2010 12:03, putri sari menulis:
Alhamdulilah ini kehamilan saya yang kedua dan sudah berusia 5 bulan, kehamilan kali ini agak berbeda dengan yang pertama,saya sempat bedrest 1 bulan cuti kerja karena bolak balik masuk rumah sakit,pusing yg terus menerus sampai akhir tri semester pertama.saat ini kondisi sudah baik dan kembali bisa bekerja hanya saja saya sering lembur sampai jam 8 atau jam 9 mlm krn tuntutan pekerjaan saya.yang ingin saya tanyakan bagai mana cara menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat,agar janin juga sehat?apakah tidak berbahaya bagi janin mengingat jam istirahat kurang dan sering kali saya khawatir saat melahirkan nanti saya dalam kondisi lelah...apalagi waktu melahirkan anak pertama butuh perjuangan hebat..ketuban sudah pecah,darah juga terus menerus keluar tapi 3 hari kemudian anak saya baru lahir.waktu itu saya sempat minta dioperasi caesar saja tp kt dokter tanggung karena kepala bayi sudah masuk jalan lahir.bagai mana cara mengatasi rasa trauma itu dok?
terima kasih sebelumnya...jawaban dari dokter benar-benar saya tunggu. salam hangat dari ibunda fatih...


Re: Re: Diskusi bareng dr. Ichnandy Rachman seputar Kehamilan Trimester 2, Trimester 3 dan Persalinan

terima kasih dokter atas jawabannya..

Untuk ibu yang dulu melahirkan ceasar dan ingin melahirkan normal, apakah nanti persalinan harus dirumah sakit?

 

terima kasih

--- 22 Jan 2010 15:14, Andi Maerzyda A. Th menulis:

Re: Re: Re: Diskusi bareng dr. Ichnandy Rachman seputar Prakonsepsi, Gejala Kehamilan Awal dan Kehamilan Pertama









Halo
ibu Arka. Saya akan mencoba
menjelaskan secara umum sehingga dapat menjadi masukan bagi ibu Masita
dan ibu-ibu lainnya yang mempunyai permasalahan yang sama.
Komplikasi
utama yang ditakutkan terjadi dalam melakukan persalinan normal pada
ibu-ibu dengan riwayat operasi caesar sebelumnya adalah robeknya segmen
bawah rahim yang dapat menghilangkan nyawa ibu dan bayi yang dikandung
seketika bila tidak dilakukan antisipasi dan penanggulangan secara
cepat.
Ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan dokter
sebelum memutuskan untuk melakukan persalinan normal pada bekas SC.
Pertama terdapat beberapa faktor esensial medis (hanya dokter yang
menilai) yang harus ditegakkan sebelum mempertimbangkan persalinan
normal pada bekas SC, sebagai contoh : tehnik operasi SC sebelumnya,
ketebalan dinding segmen bahwah rahim, jumlah air ketuban, adanya
lilitan tali pusat atau tidak dan sebagainya. Selanjutnya terdapat
beberapa hal umum yang menjadi bahan diskusi antara dokter dengan
pasien :
  • Usia dan keadaan umum kesehatan ibu
  • Ini kehamilan tunggal atau kehamilan kembar ?
  • Posisi bayi normal atau tidak ?
  • Besar bayi sesuai kapasitas panggul ibu atau tidak?
Pada
ibu dengan usia diatas 40 tahun, persentase kegagalan partus normal
lebih tinggi namun hal ini juga berhubungan dengan kondisi kesehatan
ibu secara umumnya. Kehamilan kembar akan beresiko lebih besar untuk
robeknya rahim, begitu pula dengan posisi bayi yang tidak normal dan
taksiran berat janin diatas 4000 gram. Secara umum resiko kemungkinan
robeknya rahim pada kehamilan dengan riwayat SC 2x mencapai 3,7 %.

Jadi
jawaban saya untuk pertanyaan ibu diatas adalah ya ibu dapat saja
melahirkan secara normal, namun dengan mempertimbangkan pelbagai banyak
hal sebelumnya. Saya anjurkan ibu untuk datang, dan berdiskusi lebih
detil lagi dengan dokter kandungan ibu. Terima kasih.


Salam hangat,


dr. Ichnandy Rachman, SpOG
Re: Re: Re: Re: Diskusi bareng dr. Ichnandy Rachman seputar Kehamilan Trimester 2, Trimester 3 dan Persalinan








Halo ibu Febina, selamat ya atas kehamilannya. Saya akan coba jelaskan mengenai taksiran persalinan kepada ibu, sehingga ibu moga-moga tidak bingung lagi.
Untuk menentukan taksiran persalinan secara tepat perlu menilai beberapa parameter.
  • Siklus haid : bila seorang ibu mempunyai siklus haid normal (antara 21-35 hari) dan teratur tiap bulan, hari pertama siklus haid terakhir dapat dijadikan dasar untuk menentukan taksiran persalinan. Bila hari pertama ibu siklus terakhir ibu adalah tanggal 1 Mei 2009 dan siklus ibu 28 hari sekali teratur tiap bulannya maka taksiran persalinan ibu adalah tanggal 8 Februari 2009 dimana pada tanggal tersebut kehamilan ibu sudah 40 minggu. Mengingat bayi sudah "matang" pada usia 38 minggu, maka bila posisi bayi normal diperkirakan ibu melahirkan antara 24 Januari - 8 Februari 2010. Bila siklus ibu teratur dan bukan 28 hari tetapi termasuk normal, tinggal + 7 hari saja menyesuaikan siklus ibu.
  • USG trimester pertama. Pada kasus dimana siklus menstruasi ibu tidak teratur, maka yang dapat dipakai  sebagai taksiran persalinan adalah hasil USG pada trimester pertama yang dilakukan oleh dokter. Dimana USG trimester pertama mempunyai angka kesalahan hanya + 2 hari dari taksiran sebenarnya.
  • Faktor kesejahteraan janin. Faktor kesejahteraan janin sering dilakukan bila terdapat permasalahan pada kehamilan. Hal ini dikerjakan oleh dokter kandungan dengan bantuan alat USG dan alat rekam jantung janin. Yang dinilai adalah keseimbangan ukuran bagian-bagian janin, denyut jantung, gerak nafas,  dan jumlah air ketuban. Bila tidak terdapat keseimbangan dapat membahayakan bila dilakukan persalinan normal.
Berhubung saya tidak mengetahui data kehamilan ibu secara pasti. Saya anjurkan ibu untuk kontrol ke dokter kandungan ibu dan berdiskusi lebih lanjut mengenai cara persalinan yang tepat untuk ibu. Terima kasih

Salam hangat,


dr. Ichnandy Arief Rachman, SpOG

--- 22 Jan 2010 14:36, bundafebina menulis:


--- 22 Jan 2010 11:01, bundafebina menulis:

Selamat Sore Dok..

Saya Febina dari Purwakarta..dan ini kehamilan pertama saya...sedang hamil usia 38minggu..dan sedang kebingungan mengenai tanggal perkiraan lahir..saya kontrol di 2 tempat..yang pertama di RSIA Hermina Bdg yg menyatakan TPL saya diperkirakan antara tgl 18 Jan-8 Februari 2010 (lebih dari itu harus ada tindakan induksi/Caesar)...yang kedua di Bidan di kota tempat saya tinggal yang menyatakan TPL saya max tgl 24 Februari...yang ingin saya tanyakan..kenapa TPL dari RS dan bidan bisa berbeda begitu jauh (hampir 3 minggu)??? perlu diketahui tanggal pertama haid terahir saya tgl 1 Mei 2009...jika saya mengacu pada perkiraan RS maka jika sampai tggl 8 feb belum ada tanda2 melahirkan saya akan di induksi..tapi jika mengacu pada TPL dr bidan takut kelamaan dan mengakibatkan hal2 yang tidak diinginkan pada saya dan baby..sedangkan saya sangat ingin melahirkan secara normal..jadi.menurut anda...tanggal perkiraan lahir saya yg benar tanggal berapa??? saya ingin second opinion dari Dr...terima kasih...

thank's dok atas penjelasannya mengenai keputihan..minggu kemarin saya berobat ke DSOG dan diberi obat trichostatic yg dimasukkan lewat vagina..tapi sampai saat ini blm saya pakai obatnya..karena saya takut dok. Apakah boleh memakai sabun cair pembersih seperti betadine n lactacyd?atau ada obat keputihan yg diminum?karena kmrn saya tahu obat itu dipakai dengan cara dimasukkan lewat vagina setelah diapotik..

satu lagi saya mau tanya hari pertama haid terakhir tgl 1 nov 2009 kalau saya hitung2 kehamilan saya 12 mgg tapi menurut dokter setalah diusg  baru memasuki 10 mgg..mohon penjelasannya mana yg benar?

terima kasih dokter..

-maya, jakarta,-

 

--- 22 Jan 2010 15:25, drnandy menulis:









Halo ibu-ibu sekalian, melihat banyaknya pertanyaan yang mengenai keputihan maka saya mencoba membahas keputihan secara umum.

Keputihan / fluor albus adalah proses sekresi (keluarnya cairan) vagina yang abnormal. Keputihan ini sering terjadi pada kehamilan dikarenakan adanya adaptasi hormonal dan aliran darah di daerah rahim dan vagina yang mengakibatkan peningkatan proses sekresi vagina. Adapun adaptasi hormonal tersebut juga dapat membuat keseimbangan ph vagina berubah sehingga jamur menjadi tumbuh sehingga timbul iritasi.

Pada umumnya sekresi vagina normal tidak disertai rasa gatal, sedangkan keputihan yang terinfeksi disertai  : rasa gatal dan panas disekitar vagina, nyeri dan kemerahan disekitar vagina bahkan dapat disertai rasa sakit saat buang air kecil.

Keputihan akan meningkatkan resiko pecahnya selaput ketuban pada kehamilan sehingga terjadi persalinan prematur. Selain itu keputihan yang tidak teratasi dapat menular pada bayi saat persalinan dan dapat menular kembali kepada ibu saat memberikan ASI sehingga terjadi mastitits (peradangan puting susu dan payudara)

Adapun hal-hal yang dapat dilakukan oleh ibu hamil untuk mengurangi keputihan :
  • Segera kontrol ke dokter kandungan, bila mengalami keputihan
  • Hindari penggunaan air cebok sembarangan terutama bila ditempat umum
  • Hindari pemakaian celana ketat, panty liner yang berpotensi membuat vagina menjadi lembab --> segera ganti celana dalam/panti liner bila lembab
  • Hindari penggunaan pemberi yang non pH balanced.
  • Senantiasa jaga kebersihan daerah kemaluan ibu.
Demikianlah penjelasan dari saya semoga dapat menjadi bekal berguna buat ibu-ibu sekalian.

Salam hangat,


dr. Ichnandy Arief Rachman, SpOG


Angket Ayahbunda
Home - Member Area - Contact Us - Privacy Policy & Disclaimer - Site Map
Portal ini berisi informasi yang bersifat umum dan tidak ditujukan menggantikan saran dokter, psikolog, konselor, terapis dan ahli lainnya.
Konsultasikan keluhan atau masalah spesifik anak Anda dan keluarga kepada ahli.
Copyright © 2012 - 2013 Ayahbunda. All rights reserved.
Dilarang menyalin, mempublikasikan dan mengutip sebagian atau seluruh isi portal tanpa seizin Ayahbunda.
Tampilan terbaik gunakan IE 7+ / Mozilla Firefox 3+