Re: Re: Re: Diskusi bareng dr. Ichnandy Rachman seputar Prakonsepsi, Gejala Kehamilan Awal dan Kehamilan Pertama

Halo
ibu Arka. Saya akan mencoba
menjelaskan secara umum sehingga dapat menjadi masukan bagi ibu Masita
dan ibu-ibu lainnya yang mempunyai permasalahan yang sama.
Komplikasi
utama yang ditakutkan terjadi dalam melakukan persalinan normal pada
ibu-ibu dengan riwayat operasi caesar sebelumnya adalah robeknya segmen
bawah rahim yang dapat menghilangkan nyawa ibu dan bayi yang dikandung
seketika bila tidak dilakukan antisipasi dan penanggulangan secara
cepat.
Ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan dokter
sebelum memutuskan untuk melakukan persalinan normal pada bekas SC.
Pertama terdapat beberapa faktor esensial medis (hanya dokter yang
menilai) yang harus ditegakkan sebelum mempertimbangkan persalinan
normal pada bekas SC, sebagai contoh : tehnik operasi SC sebelumnya,
ketebalan dinding segmen bahwah rahim, jumlah air ketuban, adanya
lilitan tali pusat atau tidak dan sebagainya. Selanjutnya terdapat
beberapa hal umum yang menjadi bahan diskusi antara dokter dengan
pasien :
- Usia dan keadaan umum kesehatan ibu
- Ini kehamilan tunggal atau kehamilan kembar ?
- Posisi bayi normal atau tidak ?
- Besar bayi sesuai kapasitas panggul ibu atau tidak?
Pada
ibu dengan usia diatas 40 tahun, persentase kegagalan partus normal
lebih tinggi namun hal ini juga berhubungan dengan kondisi kesehatan
ibu secara umumnya. Kehamilan kembar akan beresiko lebih besar untuk
robeknya rahim, begitu pula dengan posisi bayi yang tidak normal dan
taksiran berat janin diatas 4000 gram. Secara umum resiko kemungkinan
robeknya rahim pada kehamilan dengan riwayat SC 2x mencapai 3,7 %.
Jadi
jawaban saya untuk pertanyaan ibu diatas adalah ya ibu dapat saja
melahirkan secara normal, namun dengan mempertimbangkan pelbagai banyak
hal sebelumnya. Saya anjurkan ibu untuk datang, dan berdiskusi lebih
detil lagi dengan dokter kandungan ibu. Terima kasih.
Salam hangat,
dr. Ichnandy Rachman, SpOG